Lembaga Persahabatan Ormas Islam Minta Perang dan Penjajahan Dihentikan
- 03 Mar 2026 19:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyerukan penghentian perang dan penjajahan di tengah eskalasi konflik global. Dalam pernyataan pers, Selasa, 3 Maret 2026, LPOI menilai dunia berada di titik kritis akibat agresi lintas batas, polarisasi geopolitik, serta meluasnya krisis kemanusiaan.
Ketua Umum LPOI, KH. Said Aqil Siroj, menegaskan sikap ambigu bukan lagi pilihan di tengah situasi global yang genting. Termasuk sikap Indonesia sebagai negara dengan politik bebas dan aktif.
“Bangsa Indonesia berdiri di atas amanat konstitusi yang tidak dapat ditawar, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Amanat tersebut adalah deklarasi universal yang melampaui ruang dan waktu,” ujar Kiai Said.
Menurut LPOI, konflik bersenjata modern tidak hanya berdampak pada wilayah perang. Lebih dari itu memicu krisis pangan, disrupsi energi, gelombang pengungsi, kemiskinan ekstrem, serta pelanggaran hak asasi manusia.
“Perdamaian abadi adalah keadilan. Perdamaian sejati lahir ketika hak-hak dasar manusia dihormati, bangsa-bangsa bebas menentukan nasib tanpa intimidasi, dan hukum internasional ditegakkan tanpa standar ganda,” kata mantan Ketua Umum PBNU tersebut.
Secara tegas LPOI menyerukan kepada komunitas global untuk menghentikan perang, mengakhiri penjajahan, dan menolak kolonialisme. Penolakan kolonialisme itu dalam bentuk militer, ekonomi, maupun struktural.
“Perang harus dihentikan dan penjajahan dihapuskan tanpa syarat. Hak asasi manusia harus ditegakkan secara universal, kedaulatan bangsa harus dihormati sepenuhnya,” kata Kiai Said.
LPOI juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan nasional. Hal ini untuk menghadapi dinamika global yang dinilai sarat tekanan dan kepentingan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....