Ramadan 2026 Harga BBM Non-Subsidi Naik Tajam, Komisi VI DPR Kritik Pertamina

  • 03 Mar 2026 15:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi VI DPR RI mengkritik tajam kenaikan harga BBM non-subsidi yang signifikan di bulan puasa Ramadan 2026. DPR minta Pertamina tidak menambah beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi dalam dan luar negeri saat ini.

Pernyataan tegas ini, diungkapkan oleh anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam. "Kecewa dengan keputusan Pertamina yang menaikkan harga BBM di tengah situasi ekonomi rakyat yang sedang tidak baik,” kata poltikus PDIP ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.

Mufti mengingatkan, kenaikan harga BBM ini dilakukan pada momentum yang sensitif ketika masyarakat menghadapi pelemahan daya beli. Selain itu saat ini, menurutnya maraknya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) serta pertumbuhan UMKM yang belum sepenuhnya pulih.

“Hari ini rakyat sedang menghadapi kenyataan pahit, PHK terjadi di mana-mana, daya beli lemah, UMKM belum bertumbuh. Di saat yang sama, kita masuk bulan Ramadan, kebutuhan rumah tangga justru melonjak. Harga bahan pokok sudah naik," ucapnya.

Kemudian, Mufti membeberkan, sejumlah komoditas bahan pokok yang mengalami kenaikan harga sebelum BBM naik. Komoditas itu, seperti cabai, beras, dan minyak goreng yang harganya telah meningkat.

Dengan kenaikan BBM, ia mengkhawatirkan, terjadi efek berantai terhadap ongkos distribusi. Hal ini, lanjutnya, berpotensi mendorong kenaikan harga bahan pokok lainnya.

“Sekarang BBM ikut naik, tidak bisa membayangkan efek berantainya yang harus ditanggung rakyat. Begitu BBM naik, ongkos distribusi naik, harga bahan pokok ikut terdorong,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga produk BBM non-subsidi mulai 1 Maret 2026. Kenaikan tersebut disebut mengikuti harga minyak dunia yang tengah berfluktuasi.

Di SPBU Pertamina, harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp12.350 per liter dari sebelumnya Rp11.800 per liter. Pertamax Green (RON 95) juga mengalami kenaikan menjadi Rp12.900.

Sementara, Pertamax Turbo (RON 98) kini jadi Rp13.100 per liter. Jenis solar nonsubsidi, harga Dexlite meningkat menjadi Rp14.200 per liter dari sebelumnya Rp13.500 per liter.

Lalu Pertamina Dex juga naik harga. Harga Pertamina Dex saat ini mencapai Rp14.500 per liter dari sebelumnya Rp13.500 per liter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....