DPR Tunggu Sikap Tegas Indonesia Terkait Serangan AS-Israel ke Iran

  • 03 Mar 2026 12:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menunggu, sikap tegas pemerintah Indonesia terkait serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran. Politikus PDIP ini menilai, pemerintah Indonesia belum menunjukkan sikap tegas dalam mengutuk invasi AS-Israel ke Iran.

"Hal ini memperkuat persepsi adanya keberpihakan Indonesia terhadap agresi tersebut. (Berpotensi) menimbulkan kesan lemahnya komitmen terhadap penghormatan kedaulatan negara lain," kata pria yang akrab disapa Kang TB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

Kang TB juga mengingatkan, potensi persepsi buruk oleh rakyat Palestina terhadap pemerintahan Indonesia. Jika, pemerintah Indonesia tidak netral dan tidak konsisten dalam membela kedaulatan bangsa lain.

Lalu, Kang TB menegaskan, mobilisasi pasukan TNI sebagai bagian dari ISF BoP berpotensi mendapat penolakan. Bahkan, penolakan disebut telah muncul sejak dua pekan lalu.

"Ketika perwakilan Hamas secara terbuka menyatakan penolakan terhadap keberadaan pasukan asing di Gaza. Dan, mengklaim telah berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia," ucap Kang TB.

Selanjutnya, Kang TB menyinggung, alokasi anggaran untuk partisipasi TNI dalam pasukan ISF. Hal itu, berpotensi menekan kapasitas fiskal negara untuk tujuan yang masih bersifat spekulatif.

"Dalam kondisi fiskal yang tengah tertekan, pemerintah diminta lebih selektif dalam penggunaan anggaran. Terlebih, dampak invasi AS-Israel ke Iran telah menimbulkan ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi memengaruhi stabilitas fiskal Indonesia," ujar Kang TB.

Sebelumnya, MUI mengutuk, serangan AS dan Israel ke Iran hingga memicu situasi mencekam di Timur Tengah. MUI menyampaikan duka mendalam atas tewasnya pimpinan tertinggi Iran Ali Khamenei dalam peristiwa itu.

"MUI mengutuk serangan Israel yang didukung Amerika. Karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pembukaan UUD 1945," kata MUI dalam salah satu poin pernyataannya, Minggu, 1 Maret 2026.

Pernyataan itu ditandatangani langsung oleh Ketua MUI KH Anwar Iskandar.

Berdasarkan keterangan MUI, terdapat sembilan poin yang disampaikan MUI menyikapi serangan brutal AS-Israel ke Iran.

MUI mendesak, pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina. "Karena yang terjadi justru sebaliknya Trump melakukan serangan bersama Israel terhadap Iran dan memicu perang regional," ucap MUI.

Diketahui, AS dan Israel menyerang wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kompleks kediaman Khamenei di Teheran disebut telah dijatuhkan puluhan bom.

Presiden AS, Donald Trump mengumumkan, kematian Khamenei dalam serangan AS dan Israel di Teheran. "Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," kata Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir AFP, Minggu, 1 Maret 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....