Komisi I DPR Was-Was Integritas Politik Luar Negeri Indonesia Tidak Konsisten
- 03 Mar 2026 12:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin merespons, desakan MUI meminta pemerintah Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP). Menurut politikus PDIP ini, keputusan untuk tetap berada dalam BoP berpotensi membahayakan integritas politik luar negeri Indonesia.
"Daripada berlarut-larut dan menimbulkan persoalan yang lebih besar, sebaiknya pemerintah segera mengambil langkah untuk keluar. Ini penting demi menjaga konsistensi prinsip bebas aktif yang menjadi amanat konstitusi kita,” kata pria yang akrab disapa Kang TB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menuturkan, langkah keluar dari BoP bukan berarti Indonesia abai terhadap isu perdamaian dunia. Hal itu, juga menyelamatkan Indonesia dari potensi menyimpang dari prinsip konstitusional politik luar negeri bebas aktif.
"Sebaliknya, hal tersebut justru untuk mengembalikan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Independen serta berpihak pada perdamaian dan penghormatan terhadap kedaulatan setiap bangsa," ucap Kang TB.
Ke depannya, Kang TB mengkhawatirkan, Indonesia terjebak dalam pusaran geopolitik Timur Tengah. Pusaran geopolitik Timur Tengah itu, dinilainya tidak menguntungkan dan berpotensi membahayakan posisi Indonesia.
"Kita sudah dianggap sebagai pendukung kepentingan AS dan Israel. AS dan Israel menggunakan cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan masalah," ujar Kang TB.
Sebelumnya, MUI mengutuk, serangan AS dan Israel ke Iran hingga memicu situasi mencekam di Timur Tengah. MUI menyampaikan duka mendalam atas tewasnya pimpinan tertinggi Iran Ali Khamenei dalam peristiwa itu.
"MUI mengutuk serangan Israel yang didukung Amerika. Karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pembukaan UUD 1945," kata MUI dalam salah satu poin pernyataannya, Minggu, 1 Maret 2026.
Pernyataan itu ditandatangani langsung oleh Ketua MUI KH Anwar Iskandar.
Berdasarkan keterangan MUI, terdapat sembilan poin yang disampaikan MUI menyikapi serangan brutal AS-Israel ke Iran.
MUI mendesak, pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina. "Karena yang terjadi justru sebaliknya Trump melakukan serangan bersama Israel terhadap Iran dan memicu perang regional," ucap MUI.
Diketahui, AS dan Israel menyerang wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kompleks kediaman Khamenei di Teheran disebut telah dijatuhkan puluhan bom.
Presiden AS, Donald Trump mengumumkan, kematian Khamenei dalam serangan AS dan Israel di Teheran. "Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," kata Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir AFP, Minggu, 1 Maret 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....