PKS Soroti Keteladanan Bung Hatta Bagi Generasi Muda di Era Politik Transaksional

  • 16 Agt 2026 13:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid mengajak generasi muda mempelajari kembali keteladanan para pendiri bangsa.
  • Kholid menilai keteladanan para pendiri bangsa dapat menjadi pegangan di tengah kondisi politik yang transaksional.
  • Kholid mengaku sempat menanyakan kepada putri-putri Bung Hatta mengenai rahasia sang proklamator dalam menjaga integritas dan moralitas.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid mengajak generasi muda mempelajari kembali keteladanan para pendiri bangsa. Menurutnya, nilai pemikiran dan sikap mereka tetap relevan untuk menjawab tantangan kehidupan berbangsa saat ini.

“Penting anak-anak muda mendapat cerita para pendiri bangsa. Mereka memang tidak sempurna, tetapi keteladanan yang diberikan harus kita contoh,” kata Kholid dalam diskusi Indonesia Muda Bicara, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kholid menilai keteladanan para pendiri bangsa dapat menjadi pegangan di tengah kondisi politik yang transaksional. Ia menyebut pemikiran dan sikap para tokoh tersebut sebagai oase bagi kehidupan politik saat ini.

“Saya kira keteladanan pemikiran dan sikap para pendiri bangsa seperti oase di tengah politik yang transaksional saat ini. Karena itu, warisan tersebut harus terus dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Kholid kemudian menceritakan pengalamannya mendampingi Presiden PKS Almuzzammil Yusuf berziarah ke makam Mohammad Hatta pada Kamis lalu. Dalam kunjungan tersebut, mereka disambut dua putri Bung Hatta, Halida Hatta dan Meutia Hatta.

Menurut Kholid, Bung Hatta memiliki warisan pemikiran yang luas bagi Indonesia. Selain dikenal melalui gagasan ekonomi dan koperasi, Hatta turut meletakkan dasar kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

“Saya sampaikan kepada Presiden Partai bahwa warisan intelektual Bung Hatta harus diteruskan kepada anak muda Indonesia. Beliau tidak hanya menuliskan pemikiran, tetapi juga mewariskan keteladanan,” kata Kholid.

Kholid mengaku sempat menanyakan kepada putri-putri Bung Hatta mengenai rahasia sang proklamator dalam menjaga integritas dan moralitas. Halida Hatta kemudian menjawab bahwa salah satu kuncinya adalah sikap qanaah atau merasa cukup.

“Kami tersentuh sekali dengan jawaban itu. Selama kita menerima, tidak rakus, tidak berlebihan dalam hidup, dan tahu batas kewajaran, insya Allah kita bisa menjaga moralitas,” tuturnya.

Ia menilai sikap qanaah tersebut relevan dengan tantangan kehidupan publik saat ini. Menurutnya, sikap merasa cukup dapat membantu seseorang menjaga integritas ketika menjalankan amanah dan mengambil kebijakan.

Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kholid mengajak generasi muda memahami kembali dasar-dasar kehidupan bernegara yang diletakkan para pendiri bangsa. Ia berharap generasi muda mampu melanjutkan perjuangan tersebut dengan menyesuaikannya terhadap tantangan zaman.

“Delapan puluh satu tahun lalu para pendiri bangsa meletakkan dasar-dasar kehidupan bernegara. Sekarang generasi muda harus melanjutkan perjuangan mereka dengan menghadapi tantangan yang berbeda,” ucapnya.

Diskusi Indonesia Muda Bicara edisi “Adalah Hak Segala Bangsa” turut menghadirkan sejumlah pembicara. Mereka adalah Anggota DPR RI Gamal Albinsaid, Pakar Hubungan Internasional Shofwan Al Banna, Pengajar Hukum Tata Negara FHUI Tata Anggraini, dan Foreign Policy Community of Indonesia Jenny Sari Winata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....