Timur Tengah Memanas, Anggota DPR Minta Percepat Mitigasi Jemaah Umrah Indonesia

  • 02 Mar 2026 09:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR, Abdul Wachid, meminta pemerintah mempercepat mitigasi jemaah umrah Indonesia dari Arab Saudi. Ini mengingat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang semakin memanas.

Sehingga, hal ini berdampak pada penutupan ruang udara dan gangguan jadwal penerbangan internasional yang melintasi kawasan itu. “Perhatian kami tertuju pada jemaah yang menggunakan penerbangan transit di Qatar maupun Emirat,” ujarnya, Senin 2 Maret 2026.

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan mereka inilah yang paling rentan terdampak jika terjadi penutupan ruang udara secara mendadak. Seperti diketahui, di kedua negara itu terdapat fasilitas-fasilitas milik Amerika Serikat (AS) yang menjadi sasaran serangan udara Iran.

Terkait hal ini, Wachid menekankan pentingnya sinergi antara penyelenggara perjalanan umrah dan otoritas negara. Menurut dia, pihak travel atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), harus proaktif dan bertanggung jawab penuh terhadap jemaahnya.

"Tidak boleh ada jemaah yang dibiarkan tanpa kejelasan,”ucapnya menegaskan. Secara bersamaan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) harus menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) di negara-negara tersebut.

Wachid juga meminta Kemenhaj berkomunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait. “Ini untuk menjamin perlindungan terhadap jemaah kita,” ucapnya.

Mengenai jemaah umrah yang masih tertahan di Tanah Suci, Wachid mendorong pemerintah untuk menyiapkan langkah darurat. Terutama jika dalam lima hari ke depan, situasi keamanan masih terus memanas.

"Kami berharap sudah ada langkah konkret untuk perlindungan warga negara Indonesia (WNI),” ujarnya. Baik yang sedang melaksanakan umrah di Tanah Suci, maupun yang terdampar di negara-negara transit.

Sementara itu, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) memastikan, operasional penerbangan tetap berjalan lancar dan normal. Meski begitu, sejumlah rute penerbangan ke kawasan Timur Tengah mengalami pembatalan dan penundaan.

Hal ini terkait eskalasi ketegangan di wilayah tersebut yang berdampak pada penutupan sebagian wilayah udara. Staf Komunikasi dan Hukum Bandara Soetta, Aziz Fahmi Harahap, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi secara intensif untuk menjaga kelancaran layanan.

“Secara umum operasional di Bandara Soetta tetap aman, tertib dan lancar,” ujarnya. Namun, Aziz mengakui pengaruh pembatalan dan penundaan wilayah udara Timur Tengah.

Penerbangan yang terdampak antara lain Etihad Airways (Jakarta-Abu Dhabi pp) dan Qatar Airways (Jakarta-Doha pp). Demikian pula Emirates (Jakarta-Dubai pp) serta Garuda Indonesia (Jakarta-Doha pp).

Menurut Aziz, penanganan terhadap penumpang terdampak akan dilakukan sesuai prosedur. “Kami mengimbau calon penumpang tujuan Timur Tengah agar aktif memantau informasi terbaru melalui kanal resmi maskapai atau layanan pelanggan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....