Bapanas Sidak Pasar Jonggol Cek Harga Pangan

  • 02 Mar 2026 06:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Bogor - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperketat pengawasan harga dan pasokan selama Ramadan. Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, Sabtu 28 Februari 2026.

Pasar tersebut menjadi penyangga utama bagi wilayah Bogor, Bekasi, dan Jakarta. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama hari besar keagamaan.

“Selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah. Kami memastikan harga terkendali dan distribusi lancar,” ucapnya.

Hasil pemantauan menunjukkan mayoritas komoditas dalam kondisi stabil. Harga beras medium lokal sekitar Rp13.000 per kilogram.

Beras premium dijual Rp14.500 per kilogram. Bawang merah Rp40.000 dan bawang putih Rp36.000 per kilogram.

Daging ayam ras berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram. Telur ayam Rp30.000 sampai Rp32.000 per kilogram.

Daging sapi lokal dijual Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram. Daging sapi impor sekitar Rp120.000 per kilogram.

Gula kemasan dijual Rp19.000 per kilogram. Gula curah Rp18.000 per kilogram.

Seorang pedagang daging, Sahril, mengatakan harga masih stabil karena pasokan dekat. Ia mengambil daging dari rumah potong hewan di sekitar Jonggol.

“Harga masih Rp140.000 per kilogram. Kalau menawar bisa Rp130.000,” katanya.

Konsumen memilih pasar tradisional karena harga lebih terjangkau. Yulis mengaku rutin berbelanja untuk kebutuhan berbuka puasa.

Ia berharap harga tidak naik selama Ramadan. Stabilitas harga dinilai membantu kebutuhan rumah tangga.

Bapanas menemukan harga Minyakita masih di atas HET. Di Pasar Jonggol minyak goreng tersebut dijual Rp18.000 hingga Rp18.500 per liter.

Sarwo Edhy mengatakan harga tinggi dipengaruhi harga dari distributor. Pengecer menyesuaikan harga beli di tingkat hulu.

Pemerintah telah menetapkan tata kelola harga secara berjenjang. Bapanas bersama Satgas Pangan akan menelusuri rantai distribusi.

“Rantai distribusi harus jelas. Tidak boleh ada yang bermain di komoditas pokok,” ucapnya.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman meminta pelaku usaha tidak menaikkan harga. Pemerintah akan menindak pelanggaran selama Ramadan.

“Sekali lagi kami minta, jangan main-main di bulan suci Ramadan. Ayo cari rezeki, tetapi jangan mengganggu rakyat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Ini jangan main-main,” kata Amran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....