Kemkomdigi Luncurkan Platform Layanan Konsultasi Kecanduan Gim Daring

  • 27 Feb 2026 23:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), meluncurkan platform digital yang diberi nama Digital Addiction Response Assistant (DARA). Peluncuran ini dilakukan langsung Menteri Komdigi (Menkomdigi), Meutya Hafid, di Sarinah, Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

Platform tersebut diungkapkan Menkomdigi, menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menangani anak-anak yang kecanduan gim daring (online). Sebab didalam platform tersebut kata Meutya, menyediakan fitur layanan bimbingan dan konsultasi terhadap anak-anak yang kecanduan gim digital.

"Bagi mereka yang sudah teradiksi, bagi mereka yang sudah terpapar, pemerintah tentu harus hadir. Di antaranya adalah memberikan layanan terhadap mereka yang terkena adiksi yang bernama DARA," kata Meutya dalam sambutan peluncuran platform DARA, di Sarinah, Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

Ia menuturkan bahwa layanan ini menjadi jawaban akan perkembangan teknologi digital, yang memberikan dampak pada perkembangan gim. Hal ini tentunya dijelaskan Menkomdigi, memberikan dampak kecanduan berlebih bagi anak-anak yang mengakses tanpa kontrol orang tua.

Meski sebagai layanan untuk konsultasi kecanduan gim online, namun diungkapkannya bahwa proses konsultasi tidak mewajibkan pendampingan orang tua. Bahkan layanan konsultasi itu dijelaskannya, juga dapat dilakukan secara tertutup.

"Jadi ini tidak harus orang banyak tahu tapi dia bisa melakukannya secara privat ketika dia merasa bahwa dirinya sudah memiliki kecanduan-kecanduan tertentu terhadap game ini. Mudah bagi sebagian anak-anak muda kita untuk mengakses secara digital dan mungkin juga lebih tertutup," ujarnya.

Dengan demikian Menkomdigi berharap bahwa para pengguna layanan platform digital ini dapat menyadari akan bahaya adiksi gim online. Sehingga anak-anak yang telah terpapar candu gim online, dapat mengajukan konsultasinya secara mandiri.

"Sehingga kita harapkan dengan layanan ini, anak-anak bisa datang dengan sendirinya untuk mencari pertolongan atau bantuan terhadap adiksi mereka terhadap gim," imbuh Menkomdigi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....