TPPO Bayi Terbongkar, Menteri PPPA Desak Tindak Tegas

  • 27 Feb 2026 10:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyoroti terungkapnya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus perdagangan bayi oleh Bareskrim Polri. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan kejahatan serius yang merampas hak paling mendasar seorang anak sejak awal kehidupannya.

“Perdagangan bayi merupakan pelanggaran berat terhadap hak untuk hidup, diasuh dan terlindungi. Kami tegaskan anak bukan komoditas yang dapat diperjualbelikan dengan alasan apapun,” kata Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

Dari terungkapnya kasus ini, Arifah menyebut sebanyak tujuh bayi telah diselamatkan oleh jajaran Bareskrim Polri. Saat ini, kata Arifah, bayi-bayi tersebut tengah menjalani asesmen biopsikososial untuk memastikan kesehatan, keamanan, dan kebutuhan pengasuhan.

“Berdasarkan hasil pendalaman kasus ini, aparat kepolisian telah mengamankan 12 orang tersangka. Dari 12 orang tersebut delapan di antaranya berperan sebagai perantara, sementara 4 lainnya merupakan orang tua kandung para bayi,” ucap Arifah.

Menurutnya, jaringan perdagangan bayi ini beroperasi lintas wilayah Indonesia, mencakup Jambi hingga Papua secara terorganisir dan sistematis. Arifah menekankan komitmennya untuk mengawal kasus serta menjamin perlindungan hak anak Indonesia.

“Tindakan ini merupakan bagian dari jaringan terorganisir yang memanfaatkan kerentanan keluarga. Penegakan hukum harus berjalan maksimal dan setiap pihak yang terlibat dalam jaringan perdagangan bayi harus bertanggung jawab,” ujar Arifah menegaskan.

Sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap jaringan nasional TPPO yang memperjualbelikan bayi menggunakan dokumen kelahiran dan identitas palsu terorganisir rapi. Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menetapkan 12 orang tersangka dan berhasil menyelamatkan tujuh bayi korban.

“Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kolaborasi lintas direktorat di Bareskrim. Kami ingin memastikan negara hadir melindungi setiap anak Indonesia,” kata Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....