Pojok Literasi, Jaga Pendidikan Anak di Aceh Tamiang
- 26 Feb 2026 15:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Aceh Tamiang - Program Mahasiswa Berdampak menghadirkan kegiatan edukatif berupa Pojok Literasi, sekaligus trauma healing untuk anak di Aceh Tamiang. Kegiatan di Kampung Landuh ini berlangsung Rabu, 25 Februari 2026.
Ketua BEM Unsri Muhammad Gabriel Valensa mengatakan, program yang diusung kelompok mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) ini dirancang, sebagai sarana edukasi. Serta, media pembelajaran sederhana bagi sekolah-sekolah yang terdampak banjir, sekaligus menjadi ruang alternatif menjaga semangat belajar siswa di tengah masa pemulihan.
Muhammad Gabriel menuturkan program Pojok Literasi adalah bentuk bakti sosial melalui pembangunan sekolah darurat di Aceh Tamiang khususnya Kampung Landuh. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan wadah yang nyaman untuk anak-anak belajar dan bermain.
Diungkapnya, program ini dijalankan empat kali dalam seminggu, berupa pembelajaran umum yang disesuaikan dengan tingkatan kelas, dan kegiatan tambahan lainnya. Seperti ice breaking dan berbagi jajanan.
“Tujuan dari pelaksanaan program ini yaitu untuk memulihkan dampak psikososial pada anak yang terdampak, dimana sebelum adanya program ini anak-anak lebih banyak diam. Kehilangan semangat untuk belajar, dan diantaranya belum menjalankan sekolah seperti biasanya,” ujar Muhammad Gabriel.
“Namun, setelah adanya program ini Alhamdulillah keadaan berubah dengan signifikan dimana adik-adik kembali semangat dalam kegiatan belajar dan lebih berekspresi.”
Kelompok Mahasiswa Berdampak Unsri pun berharap agar para warga dapat bangkit seperti keadaan semula. Selain itu program Pojok Literasi ini dapat meningkatkan semangat anak-anak di Kampung Landuh dalam kegiatan belajar dan semangat yang dibagikan.
Pojok Literasi dihadirkan dengan konsep yang sederhana, praktis, dan mudah diterapkan sesuai kondisi lapangan. Fasilitas ini diwujudkan dalam bentuk rak buku bertingkat yang ditempatkan di sudut ruangan, dengan tinggi sekitar 130–150 cm dan lebar 90–100 cm.
Desainnya menyesuaikan ruang belajar yang tersedia tanpa memerlukan infrastruktur besar. Adapun, program Pojok Literasi telah berlangsung selama kurang lebih 26 hari dan menjadi wadah.
Dalam menciptakan ruang aman bagi anak yang terdampak bencana dan pascabencana. Sehingga, mereka dapat merasakan belajar dan bermain seperti biasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....