Legislator Harap Pelatihan Komcad ASN Tidak Ganggu Pelayanan Publik
- 26 Feb 2026 14:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) menekankan pentingnya penempatan yang tepat bagi ASN yang telah mengikuti pelatihan Komcad. Hal ini bertujuan agar tidak menganggu pelayanan kepada masyarakat.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, menjelaskan bahwa ASN adalah bagian dari perangkat negara. Ia menyarankan agar ASN yang dilatih ditempatkan pada bagian penunjang.
"Tapi bisa pada bagian penunjang sehingga waktunya tidak terganggu pada tugas seharusnya," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 26 Februari 2026. Menurutnya, ASN yang mengikuti pelatihan sebaiknya tidak berasal dari posisi pembuatan kebijakan atau pelayanan publik.
Ia memberikan contoh, petugas di kantor perizinan sebaiknya tidak mengikuti pelatihan. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak kesulitan saat mengurus izin.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti informasi mengenai 4.000 ASN yang telah mendaftar pelatihan Komcad. Namun, ia menegaskan perlunya kejelasan mekanisme serta pengaturan penugasan agar program tersebut tetap sejalan dengan prinsip profesionalitas ASN.
Ia menyatakan bahwa belum ada pembahasan dengan Kemenpan RB terkait hal ini. "Kita percayakan kepada pemerintah yang mana yang paling pas untuk mengikuti pelatihan," ujarnya.
Sementara itu, pelatihan Komcad dipastikan tidak menganggu kewajiban ASB dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Demikian disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini.
"Jadi, memang ada kekhawatiran bagaimana pelayanan publik. Pelayanan publik kan harus tetap jalan," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan Komcad merupakan bagian dari bela negara bagi ASN, namun, pelaksanaannya tidak dilakukan secara mendadak. Tetap harus ada persyaratan administratif dan ketentuan lainnya.
"Ikut Komcad besok langsung berangkat, enggak gitu. Tapi, memang disiapkan, ada kuotanya, ada surat dari Menteri Pertahanan untuk kuotanya," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....