Wamen HAM: Kekerasan Anak Jadi Persoalan Serius Negara
- 26 Feb 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta : Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menyoroti maraknya kekerasan terhadap anak sebagai persoalan serius perlindungan negara saat ini. Ia menegaskan setiap anak berhak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan aman, sehat, dan mendukung optimal.
“Ketika kita mendengar banyak kasus kekerasan terhadap anak, oleh aparat, orang tua, hingga bunuh diri. Itu struktur yang jelas sangat memprihatinkan,” kata Mugiyanto saat diwawancarai awak media di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Menurut dia, negara wajib memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan yang layak untuk tumbuh kembang secara optimal. Dalam konteks tersebit, Mugiyanto menekankan pentingnya memperkuat peran KPAI sebagai bagian dari lembaga HAM Nasional.
“Anak itu punya hak untuk mendapatkan lingkungan untuk tumbuh kembang. Itu yang harus kita pastikan. Kami juga ingin memperkuat peran KPAI sebagai salah satu NHRI, bagaimana perlindungan anak itu ditempatkan dalam kerangka hak asasi manusia,” ucapnya.
Ia memahami aspirasi agar KPAI independen dan tidak berada di bawah kepentingan tertentu demi perlindungan anak. Mugiyanto menjelaskan kebutuhan tersebut mencakup pendidikan, ruang bermain, makanan yang layak, hingga rasa aman sebagai aspek paling mendasar.
“Kalau kita melihat anak dari perspektif hak asasi manusia, maka kita harus menciptakan ekosistem yang maksimal di mana anak bisa berkembang dan mengembangkan potensinya. Yang paling penting itu rasa aman, apalagi sekarang ada tantangan baru dengan gadget dan dunia digital dan ini sangat rentan, sangat mengancam anak,” ujar Mugiyanto.
Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menyebut kematian NS menjadi alarm penguatan sistem perlindungan anak nasional. Ia menilai peristiwa tersebut sangat memilukan dan menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap anak masih harus terus diperkuat.
"Kasus ini juga menunjukkan bahwa anak usia 12 tahun, yang sering dianggap sudah cukup besar, ternyata masih sangat rentan mengalami kekerasan. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari keluarga," kata Dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....