Wihaji: Kolaborasi UNFPA Perkuat Strategi Kependudukan Indonesia
- 25 Feb 2026 16:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID. Jakarta: Menteri Kemendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji menegaskan, kolaborasi dengan UNFPA memperkuat strategi kependudukan nasional menghadapi penurunan fertilitas dan bonus demografi kedua Indonesia. Kerja sama ini menargetkan integrasi program kesehatan reproduksi, stunting, serta peta jalan pembangunan kependudukan lintas kementerian nasional strategis.
“Kami bekerja sama dengan UNFPA untuk menjawab isu fertilitas menurun sekaligus memperkuat pembangunan keluarga berkelanjutan di Indonesia kini. Kolaborasi ini diharapkan menurunkan kematian ibu anak stunting serta meningkatkan kesehatan mental keluarga nasional,” kata Wihaji dalam kegiatan Optimalisasi Bonus Demografi, Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.
Kemendukbangga juga menyusun grand design kependudukan dengan tiga puluh dua indikator untuk memastikan keseimbangan pertumbuhan penduduk berkelanjutan nasional. Dokumen tersebut menjadi acuan daerah menyelaraskan kebijakan keluarga reproduksi serta pengendalian penduduk berbasis data nasional terpadu akurat berkelanjutan.
Aleksandar (Sasha) Bodiroza, Plt Direktur Regional UNFPA Asia Pasifik, menegaskan UNFPA memprioritaskan pemanfaatan dividen demografi sekaligus menyiapkan transisi. Ia menekankan dinamika populasi harus diantisipasi melalui kebijakan pendidikan kesehatan dan perlindungan sosial adaptif katanya kepada media internasional.
“Kami melihat Indonesia penting memanfaatkan dividen demografi saat ini sambil mempersiapkan transisi menuju dividen demografi kedua yang inklusif. Fokus kami mendukung kebijakan berbasis data dinamika populasi pendidikan kesehatan serta perlindungan sosial adaptif berkelanjutan untuk semua negara," ujar Aleksandar.
Sinergi kementerian dan UNFPA juga mencakup penguatan sekretariat peta jalan kependudukan serta dukungan teknis implementasi indikator daerah prioritas. Langkah tersebut diharapkan mempercepat respons kebijakan menghadapi tren fertilitas menurun dan perubahan struktur umur penduduk Indonesia masa depan.
“Kerja sama ini membuat kebijakan kependudukan lebih berbasis data global serta praktik baik internasional relevan. Kami berharap daerah mampu memenuhi indikator pembangunan kependudukan sehingga manfaat bonus demografi dirasakan keluarga Indonesia merata berkelanjutan adil,” kata dia.
Aleksandar mengatakan, UNFPA siap mendukung Indonesia mengantisipasi perubahan populasi melalui kolaborasi riset pendanaan serta penguatan kapasitas kebijakan nasional. Ia berharap kemitraan ini membantu Indonesia menjaga keseimbangan demografi sekaligus meningkatkan kualitas keluarga pada generasi mendatang yang inklusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....