Kemendukbangga: Perkuat Peran Keluarga Wujudkan Ruang Aman bagi Anak

  • 05 Agt 2026 18:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pengasuhan pertama
  • Dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mewujudkan ruang yang aman dan nyaman, termasuk di era digital
  • Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan keluarga tetap menjadi fondasi utama

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pengasuhan pertama. Dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mewujudkan ruang yang aman dan nyaman, termasuk di era digital.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan keluarga tetap menjadi fondasi utama. Dalam pembentukan karakter anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang menghadirkan tantangan baru dalam pola pengasuhan.

"Perubahan peradaban atau new civilization telah menghadirkan tantangan baru dalam kehidupan keluarga. Kehadiran gawai yang semakin dekat dengan anak menuntut orang tua untuk mampu beradaptasi dalam pola pengasuhan, tanpa kehilangan peran sebagai lingkungan pertama dan utama pembentukan karakter," kata Wihaji, Rabu, 5 Agustus 2026.

"Dalam perspektif kementerian kita. Gawai adalah keluarga baru yang mempengaruhi algoritma kita semua," ujarnya menambahkan.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022, sekitar 15,5 juta atau 34,9 persen remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Karena itu, penguatan peran keluarga dinilai penting dalam menyiapkan generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas.

Menurut Wihaji, upaya tersebut memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA) yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), pemerintah mendorong sinergi lintas sektor agar keluarga menjadi ujung tombak dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

"Isu GERNAS RANA ini sangat mendasar dan urgent (penting). Karena berkaitan dengan sumber daya manusia ke depan," ucapnya.

Kemendukbangga/BKKBN juga terus memperkuat implementasi delapan fungsi keluarga. Meliputi fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.

Delapan fungsi tersebut menjadi pedoman bagi keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk di ruang digital.

Melalui penguatan keluarga yang adaptif, Kemendukbangga meyakini GERNAS RANA dapat menjadi langkah strategis untuk melahirkan generasi Indonesia yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

Sementara itu, pemerintah melalui enam kementerian memperkuat kolaborasi dalam Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (GERNAS RANA). Keenam kementerian tersebut yakni Kemenko PMK, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Agama, serta Kemendukbangga.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan, keberhasilan GERNAS RANA diukur dari menurunnya angka kekerasan terhadap anak. Baik di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, maupun ruang digital.

"Dan tentu saja indikator kita adalah menurunnya angka kekerasan. Jadi itu indikator yang paling mudah untuk dilihat, kekerasan. Sekali lagi kekerasan dalam keluarga, dalam satuan pendidikan, di ruang publik, dan juga di ruang digital," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....