Mentan Minta Dinas Pertanian Tancap Gas Cetak Sawah dan Optimalisasi Lahan

  • 25 Feb 2026 13:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta seluruh kepala dinas pertanian mempercepat program cetak sawah dan optimalisasi lahan. Ia menegaskan, daerah yang tidak serius akan dievaluasi dan anggarannya dialihkan.

Instruksi itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional Pertanian di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa 24 Februari 2026. Rakor diikuti jajaran pusat dan dinas pertanian provinsi serta kabupaten/kota.

“Yang tidak serius, kabupaten yang tidak serius, nolkan anggarannya,” ucapnya. Ia-pun meminta seluruh daerah melaporkan progres signifikan hingga akhir Maret 2026.

Evaluasi besar akan dilakukan setelah Idulfitri, termasuk pergeseran anggaran pada April. Menurutnya, cetak sawah menjadi fondasi keberlanjutan swasembada pangan.

Realisasi cetak sawah tahun lalu mencapai sekitar 200 ribu hektare dan ditargetkan meningkat 250 ribu hektare tahun ini. Menurutnya, program optimalisasi lahan yang berjalan beberapa tahun terakhir menjadi penguat kapasitas produksi.

Amran menilai langkah tersebut untuk menjaga swasembada dalam jangka panjang. Amran juga memaparkan tren peningkatan produksi beras nasional,

Dimana pengadaan beras Januari naik 78 persen dibanding periode sebelumnya. “Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja, stok kita tembus 6 juta ton,” katanya.

Meski demikian, ia meminta jajaran tidak lengah terhadap capaian tersebut. Bantuan akan diprioritaskan bagi daerah dengan progres baik.

Menurutnya, anggaran pertanian yang mencapai puluhan triliun rupiah harus menghasilkan produksi nyata. Daerah dengan capaian rendah akan ditahan sementara hingga menunjukkan perbaikan.

Ia mengatakan, selain padi, pemerintah mempercepat swasembada kedelai dan bawang putih. Hilirisasi komoditas perkebunan seperti kakao, kopi, kelapa, dan lada juga diperkuat.

Dalam kesempatan itu, Amran juga mengapresiasi jajaran pertanian daerah atas capaian swasembada. Ia meminta seluruh pihak menjaga momentum peningkatan produksi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....