Mentan Amran Akan Bertemu Komnas Perempuan

  • 13 Agt 2026 07:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mentan Andi Amran Sulaiman dijadwalkan bertemu Komnas Perempuan di Jakarta pada Kamis 13 Agustus 2026
  • Pertemuan dilakukan setelah polemik pernyataan Amran terkait pergantian Korwil BGN Surabaya, Tiara Devi
  • Kementan menyebut Amran telah menghubungi Komnas Perempuan dan menyampaikan permintaan maaf
  • Amran juga menjelaskan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan seperti yang dipersepsikan
  • Kementan menyebut persoalan tersebut telah selesai setelah komunikasi dengan Komnas Perempuan

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dijadwalkan bertemu Komnas Perempuan di Jakarta, Kamis 13 Agustus 2026. Pertemuan tersebut menyusul polemik pernyataan Amran terkait permintaan pergantian Koordinator Wilayah BGN Surabaya, Tiara Devi.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian Moch. Arief Cahyono mengatakan, Amran telah menghubungi Komnas Perempuan setelah pernyataannya menjadi sorotan. Amran disebut telah menyampaikan permintaan maaf sekaligus menjelaskan maksud pernyataannya.

"Begitu membaca berita itu, Mentan Amran langsung menelpon Komnas Perempuan, meminta maaf dan menjelaskan bahwa beliau tidak bermaksud seperti itu. Mereka mengerti. Permasalahan clear," ujar Arief.

Arief menjelaskan, pertemuan yang dijadwalkan Kamis bukan dimaksudkan sebagai forum klarifikasi lanjutan. Menurutnya, pertemuan tersebut lebih bersifat silaturahmi antara Mentan Amran dan Komnas Perempuan.

"Pertemuan besok lebih merupakan pertemuan silaturahmi biasa," tambahnya.

Polemik tersebut bermula dari Rapat Koordinasi Peternak di Surabaya, Selasa 11 Agustus 2026. Dalam rapat tersebut, Amran meminta pergantian Korwil BGN Surabaya setelah mengetahui SPPG di wilayah tersebut belum menyerap telur peternak lokal.

Permintaan tersebut kemudian disoroti Komisioner Komnas Perempuan Daden Sukendar. Ia menilai pernyataan Amran terkait pergantian Tiara Devi menjurus pada stereotip gender.

Persoalan tersebut berawal dari tuntutan peternak dalam demonstrasi di sejumlah daerah. Salah satu tuntutannya adalah agar SPPG menyerap telur secara langsung dari peternak untuk membantu meningkatkan harga telur.

Sebelumnya, Kepala BGN telah menyetujui surat permintaan Menteri Pertanian agar SPPG meningkatkan penyerapan telur dari peternak. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat penyerapan hasil produksi dan membantu menjaga harga telur di tingkat peternak.

Dalam rapat tersebut, Tiara diusulkan diganti karena SPPG di wilayah Surabaya yang menjadi tanggung jawabnya diketahui belum menyerap telur peternak. Amran menilai pelaksanaan kebijakan penyerapan telur harus berjalan hingga tingkat lapangan.

Namun, setelah mendapat informasi bahwa Tiara sedang hamil, Amran kemudian menawarkan opsi pemindahan tugas. Tiara ditawarkan untuk bergabung dengan Kementerian Pertanian di Jakarta dengan jabatan setara atau bahkan lebih tinggi.

Menurut rilis Kementan, opsi tersebut ditawarkan dengan mempertimbangkan beban kerja yang tidak menuntut tantangan fisik dan psikis seberat posisi sebelumnya. Pertemuan dengan Komnas Perempuan diharapkan berlangsung dalam suasana silaturahmi setelah persoalan tersebut diklarifikasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....