TNI AD Bangun Fasilitas Pengairan Pertanian di 1.703 Titik
- 13 Agt 2026 23:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- TNI Angkatan Darat (AD) terus memperluas dukungan terhadap sektor pertanian melalui pembangunan fasilitas pengairan di berbagai wilayah.
- Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, termasuk lahan tadah hujan yang sebelumnya hanya mengandalkan curah hujan.
- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, TNI AD telah membangun fasilitas pengairan pertanian di 1.703 titik melalui program Manunggal Air.
RRI.CO.ID, Jakarta - TNI Angkatan Darat (AD) terus memperluas dukungan terhadap sektor pertanian melalui pembangunan fasilitas pengairan di berbagai wilayah. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, termasuk lahan tadah hujan yang sebelumnya hanya mengandalkan curah hujan.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, TNI AD telah membangun fasilitas pengairan pertanian di 1.703 titik melalui program Manunggal Air. Fasilitas tersebut dibangun di sejumlah daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan ketersediaan air.
Kondisi itu membuat lahan pertanian tidak dapat menerapkan pola tanam dan panen seperti lahan yang telah memiliki sistem irigasi. Namun, setelah mendapatkan dukungan pengairan, lahan tadah hujan seluas 83.150 hektare kini dapat ditingkatkan produktivitasnya.
"Untuk air pertanian, kami sudah membuat untuk 83.150 hektare yang tadinya tadah hujan. Sekarang mereka bisa tiga kali panen," ujar Maruli dalam keterangannys di Jakarta, Kamis 13 Agustus 2026
Menurut Maruli, pembangunan fasilitas pengairan masih terus dilakukan. Saat ini, TNI AD mulai mengerjakan fasilitas air pertanian di 445 titik tambahan.
Dengan penambahan tersebut, total lahan pertanian yang mendapat dukungan pengairan pada tahun ini ditargetkan mencapai sekitar 100.120 hektare. Maruli berharap pengairan tersebut mampu mendorong peningkatan produksi gabah nasional.
Lahan yang sebelumnya hanya dapat mengandalkan musim hujan diharapkan bisa melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun. "Yang daerah tadah hujan 100.120 hektare bisa menjadi tiga kali panen, mudah-mudahan gabah bisa jadi 1,5 juta ton per tahun," katanya.
Tak hanya untuk sektor pertanian, TNI AD juga membangun jaringan pipanisasi. Guna memenuhi kebutuhan air masyarakat di wilayah yang sulit mendapatkan sumber air.
Salah satu proyek pipanisasi terpanjang yang tengah dikerjakan berada di Pulau Bawean, Jawa Timur, dengan panjang mencapai 15 kilometer. Pembangunan jaringan pipa dengan panjang serupa juga dilakukan di Samosir, Sumatra Utara.
Maruli berharap berbagai proyek penyediaan air tersebut dapat rampung pada akhir tahun ini sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. "Mudah-mudahan juga selesai dalam waktu di akhir tahun ini," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....