Cerita Penerima LPDP Sukses Ciptakan Lapangan Kerja Baru
- 24 Feb 2026 22:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), diwajibkan untuk mengabdi di masyarakat usai menuntaskan pendidikan tinggi. Irwan Saputra, salah satu penerima beasiswa S2 The George Washington University jurusan Manajemen Komunikasi (Communication Management) .
Irwan mengatakan lulusan kuliah 2020, langsung pulang ke Tanah Air untuk selanjutnya mendirikan perusahaan startup dan lembaga riset serta perusahaan konsultan Public Relations (PR). Tercatat, ia memiliki dua perusahaan yakni Kindi PR & Strategic Communications Consulting, sebuah lembaga konsultan PR.
Adapun perusahaan lain yakni perusahaan riset bernama Kindi Research. Kedua perusahaan tersebut telah membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
“Kedua perusahaan menyerap puluhan tenaga kerja, Insha Allah akan terus berkembang. Niat awal saya bahkan sebelum mendapatkan beasiswa LPDP, saya ingin memiliki perusahaan agar dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia,”kata Irwan kepada RRI.CO.ID, Selasa, 24 Februari 2026.
Irwan memiliki jiwa sosial dan pengabdian untuk melayani masyarakat sejak kuliah S1. Ia memiliki Yayasan Bangun Bahari di Medan, Sumatra Utara, dengan program perpustakaan terapung untuk membantu anak nelayan mendapatkan akses pendidikan secara gratis.
Selain itu ada program pemberdayaan lainnya untuk membantu masyarakat nelayan. Adapun terkait polemik dari penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, Irwan meminta agar semua pihak menahan diri dan lebih berempati.
Menuurutnya mendapatkan beasiswa dari LPDP merupakan capaian luar biasa. Irwan yang merupakan Chief of PR & Communications Mata Garuda (Organisasi alumni LPDP) meminta agar penerima beasiswa LPDP bertanggungjawab.
Adapun bentuk tanggung jawab tersebut adalah dengan memberikan kontribusi atau mengabdi kepada masyarakat. Karena beasiswa yang dipakai berasal dari uang rakyat.
“Dana tersebut berasal dari pajak rakyat Indonesia, kita harus bertanggung jawab karena amanah dari rakyat Indonesia yang kita emban. Kita harus berkonstribusi ke negara dalam bentuk apapun bentuknya,”katanya.
Bagi Irwan pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan baik di dalam negeri atau luar negeri dengan mengharumkan nama Indonesia. Bekerja di luar negeri selain memberikan devisa untuk negara, juga dapat transfer teknologi yang dapat dikembangkan di Indonesia.
“Bekerja di luar negeri dapat berkontribusi untuk negara minimal mengirimkan uang ke keluarga di dalam negeri. Itu menciptakan capital inflow, transfer knowledge kemudian pulang kita terapkan,”katanya.
“Kalau pulang secara langsung sangat baik, menjadi dosen, pekerja dan guru maka itu konstribusi yang harus direalisasikan. Saya berharap awardee dapat melakukan itu dengan bentuk dan ukuran masing-masing, kita WNI punya niat yang baik untuk mengabdi kepada negara,”kata Irwan menegaskan.
Seperti diketahui, alumni yang telah menyelesaikan studi wajib berkontribusi dan berada secara fisik di Indonesia, sekurang-kurangnya dua kali masa studi (2n) secara berturut-turut. Kewajiban tersebut kemudian dikenal dengan istilah 2n+1, dengan contoh mudahnya misal kika menempuh studi S2 selama 2 tahun, maka 2(2) + 1 = 5 tahun wajib pengabdian di Indonesia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....