Kementerian ESDM Perpanjang Kerja Sama dengan ExxonMobil Sampai 2055

  • 24 Feb 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), akan memperpanjang kontrak kerja sama dengan Exxonmobil hingga tahun 2055. Hal itu disampaikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat menggelar konferensi pers secara virtual pada pekan lalu.

ExxonMobil merupakan salah satu perusahaan minyak dan gas (Migas) asal Amerika Serikat, yang beroperasi di Indonesia. Menteri ESDM menuturkan, bahwa dalam perpanjangan kontrak tersebut, terdapat nilai investasi mencapai USD 10 Miliar (1 USD = Rp16.833).

"Kita akan memperpanjang (kontrak) sampai 2055. Dengan total investasi kurang lebih menambah sekitar 10 miliar USD," kata Bahlil dalam konferensi pers di kanal YouTube Sekertariat Presiden, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia lebih lanjut menuturkan bahwa ExxonMobil menjadi salah satu penyumbang hasil lifting terbesar di Indonesia. Setidaknya hingga saat ini Menteri ESDM menuturkan, bahwa ExxonMobil telah mampu menghasilkan ratusan ribu barel perhari.

"Mereka adalah salah satu penyumbnag lifting terbesar, selain Pertamina. Saat ini lifting mereka sekitar 170.000–185.000 barel per hari," ujarnya.

Melihat potensi besar dalam hasil lifting tersebut, menjadi pertimbangan besar pemerintah dalam memperpanjang kontrak kerja sama. Nantinya mengenai progres perpanjangan kerja sama itu dijelaskan Bahlil, terdapat sejumlah ketentuan akan dilakukan pengecekan.

"Namun ada beberapa hal yang harus kita clear kan termasuk di dalamnya adalah sharing cost recovery antara pendapatan negara dan pendapatan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S). Sebentar lagi akan selesai," ujar Menteri ESDM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....