Komisi IV: Hilirisasi Bawang Perkuat Ketahanan Pangan
- 24 Feb 2026 13:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Brebes - Komisi IV DPR RI mengapresiasi keberhasilan hilirisasi bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Model pengolahan terintegrasi dinilai mampu memperkuat stok pangan nasional dan meningkatkan nilai tambah petani.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi mengatakan produksi bawang merah nasional telah melampaui kebutuhan dalam negeri. Komoditas tersebut bahkan mampu menembus pasar ekspor.
“Bisa ekspor ke Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura,” ucapnya saat meninjau pabrik pengolahan bawang merah di Brebes, Senin 23 Februari 2026.
Ia menyoroti peningkatan pendapatan petani dari usaha tani bawang merah. Dengan modal sekitar Rp140 juta per hektare, pendapatan dapat mencapai Rp350 juta.
Menurutnya, hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Keuntungan bersih yang besar menunjukkan pengolahan pascapanen memberi nilai tambah nyata.
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy menegaskan hilirisasi penting untuk menjaga stabilitas harga. Komoditas yang telah swasembada harus diperkuat melalui pengolahan dan perluasan pasar ekspor.
“Badan Pangan Nasional mendukung penuh upaya hilirisasi ini karena sangat efektif menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Sejalan dengan yang disampaikan Kepala Bapanas, komoditas bawang merah kita saat ini sudah swasembada, bahkan kita sudah mampu mengekspornya ke negara-negara tetangga,” kata Sarwo Edhy.
Produksi bawang merah nasional pada 2025 tercatat 1,43 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi dalam negeri sebesar 1,23 juta ton sehingga terdapat surplus untuk ekspor.
Di Brebes, pengolahan tidak lagi terbatas pada bawang segar. Petani telah memproduksi bawang goreng dan pasta bawang merah secara modern.
Produk pasta bawang merah bahkan diekspor ke Arab Saudi. Komoditas tersebut digunakan sebagai bahan baku bumbu bagi jemaah Indonesia.
Komisi IV DPR RI mendorong model sentra terintegrasi direplikasi di daerah lain. Langkah ini diharapkan meningkatkan ekspor dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Saya harap tidak hanya di Brebes yang sentra bawang merah selama ini. Tapi bisa dikembangkan di daerah-daerah lain supaya ekspor kita juga bisa meningkat lagi,” kata Titiek.
Dalam dialog dengan petani, terungkap sejumlah kebutuhan strategis. Di antaranya penguatan fasilitas penyimpanan, stabilitas pasokan pupuk, dan dukungan bibit unggul.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....