BOPPJ Beberkan Detail Teknis Pembangunan Giant Sea Wall

  • 24 Feb 2026 11:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf membeberkan detail teknis pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di Teluk Jakarta. Tanggul laut raksasa itu akan dibangun pada kedalaman 14 meter.

Lebar dasar struktur mencapai 362 meter dan bisa melebar hingga 1.200 meter jika mencakup area pengembangan. Bagian atas tanggul memiliki lebar 60 meter untuk infrastruktur konektivitas.

"Di situ ada jalan tol dan MRT dan bisa dimanfaatkan dengan menggunakan tenaga angin untuk listrik," ucapnya dalam media briefing di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Ia menjelaskan sisi dalam tanggul akan difungsikan sebagai waduk retensi raksasa. Permukaan waduk direncanakan dipasang panel surya untuk mendukung energi terbarukan.

Didit mengatakan waduk tersebut juga menjadi cadangan air tawar bagi Jakarta. Luasnya diproyeksikan mencapai 7.000 hektare di sisi barat dan 2.000 hektare di sisi timur.

Total 9.000 hektare itu diklaim mampu menjawab kebutuhan air bersih Jakarta. Selama ini penyediaan waduk di daratan terkendala lahan dan persoalan sosial.

"Nah, dengan kondisi seperti itu maka hari ini dengan kita merencanakan ini akan menjadi air tawar," ucapnya.

Ia menegaskan GSW berbeda dengan tanggul pantai konvensional. Struktur akan dibangun sekitar enam kilometer menjorok ke tengah laut.

Panjang tanggul di Teluk Jakarta mencapai 42,18 kilometer dengan bentuk melengkung. Saat ini kajian bathymetry dan soil investigation masih dilakukan.

Didit memastikan proyek tidak mengganggu aktivitas logistik pelabuhan. Akan dibangun jembatan setinggi 80 meter di atas tanggul.

"Di atasnya ada jembatan dengan ketinggian sekitar 80 meter. Di situ tetap berfungsinya pelabuhan-pelabuhan yang sekarang ini ada," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....