Kemendikdasmen Optimalkan PIP dan ADEM Nasional
- 23 Feb 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengoptimalkan tiga program strategis untuk memperluas dan memeratakan akses pendidikan nasional. Ketiga program tersebut meliputi Program Indonesia Pintar (PIP), Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), serta peningkatan kesejahteraan guru.
“Melalui optimalisasi Program Indonesia Pintar serta perluasan Afirmasi Pendidikan Menengah, kami memastikan bahwa mutu dan pemerataan berjalan beriringan. Pendidikan berkualitas harus dapat dirasakan oleh seluruh anak Indonesia, tanpa terkecuali,” kata Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.
Suharti menjelaskan, PIP bertujuan membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses layanan pendidikan tanpa hambatan biaya.
Program tersebut juga mendukung penurunan angka putus sekolah dalam kerangka wajib belajar 13 tahun.
Ia menegaskan, pemanfaatan dana PIP harus sepenuhnya digunakan sesuai peruntukan. Dana tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan personal pendidikan seperti membeli buku, alat tulis, seragam, sepatu, dan pakaian olahraga sekolah.
“Sementara itu bentuk pembiayaan PIP yang tidak sesuai peruntukkan adalah membayar SPP dan iuran-iuran. Lalu membayar sumbangan-sumbangan yang tidak terkait kebutuhan personal,” ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan yang tidak bersifat personal antara lain untuk perbaikan sarana sekolah atau pemberian hadiah kepada oknum tertentu. Ia juga menegaskan, sumbangan untuk kebutuhan guru dan tenaga kependidikan tidak boleh dibebankan dari dana PIP.
Dana PIP harus diterima utuh oleh siswa tanpa pemotongan dalam bentuk apa pun.
Tindakan pemotongan dana PIP merupakan pelanggaran aturan dan dapat dikenakan sanksi pidana. Masyarakat dapat berkonsultasi atau menyampaikan pengaduan terkait PIP melalui layanan resmi yang disediakan Kemendikdasmen.
Saluran tersebut antara lain nomor Konsultasi Teknis Puslapdik 0812-44-1234-25, Unit Layanan Terpadu (ULT) 177, serta kanal pengaduan daring resmi kementerian.
Sementara itu, ADEM bertujuan memberikan akses pendidikan menengah berkualitas bagi peserta didik dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Program ini juga menyasar kelompok afirmasi lainnya agar memperoleh kesempatan belajar di sekolah terbaik. Besaran beasiswa ADEM untuk siswa SMA mencapai Rp2,2 juta per bulan.
Sedangkan untuk siswa SMK, beasiswa diberikan sebesar Rp2,3 juta per bulan.
ADEM Wilayah Papua diperuntukkan bagi putra-putri Orang Asli Papua lulusan SMP atau sederajat di wilayah Papua.
ADEM Daerah Khusus menyasar peserta didik dari wilayah 3T dan perbatasan untuk melanjutkan pendidikan di SMA atau SMK terbaik di provinsinya. Sementara ADEM Repatriasi ditujukan bagi lulusan Community Learning Center atau Sekolah Indonesia Luar Negeri di Malaysia dan Arab Saudi, peserta program tersebut kemudian melanjutkan pendidikan di SMA atau SMK terbaik yang berada di wilayah Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....