Revitalisasi Sekolah dan PJJ Langkah Perluas Akses Pendidikan di Kabupaten Bungo

  • 08 Agt 2026 10:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah berkomitmen mendukung pendidikan di Kabupaten Bungo melalui program revitalisasi sekolah dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
  • Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menekankan instruksi Presiden Prabowo untuk turun ke lapangan dan mendengarkan kebutuhan masyarakat.
  • Program dukungan pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan pendidikan di daerah.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah terus memastikan dukungan pendidikan di Kabupaten Bungo, Jambi, mulai dari revitalisasi sekolah hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah. Demikian disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq.

Hal tersebut disampaikan Fajar saat menghadiri ramah tamah bersama Pemerintah Kabupaten Bungo di Rumah Dinas Bupati Bungo, Kamis, 6 Agustus 2026. “Presiden Prabowo meminta kami turun ke lapangan, mendengarkan denyut nadi masyarakat," ujar Fajar dalam keterangannya yang diterima, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Wamen Fajar menjelaskan perhatian pemerintah terhadap pembangunan pendidikan di Provinsi Jambi terus meningkat dari tahun ke tahun. “Pada 2025, Kemendikdasmen menyalurkan bantuan revitalisasi kepada 355 satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA dengan total anggaran sekitar Rp371 miliar," ujarnya.

"Sebanyak 63 satuan pendidikan berada di Kabupaten Bungo. Sementara pada 2026, jumlah bantuan meningkat menjadi 389 satuan pendidikan, dengan sekitar 60 satuan pendidikan berada di Kabupaten Bungo,” ujarnya.

Selain revitalisasi sekolah, Kemendikdasmen juga menyalurkan sekitar 374 unit Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di Kabupaten Bungo. Namun, menurut Wamen Fajar, peningkatan sarana pendidikan harus diikuti peningkatan kualitas pembelajaran.

"Jangan sampai sekolahnya sudah bagus, sudah memiliki papan digital, tetapi kualitas pendidikannya tidak meningkat. Kami berharap pemerintah daerah ikut mengawal agar bantuan ini benar-benar meningkatkan mutu pendidikan," ujarnya.

Meski getol melakukan revitalisasi Wamen Fajar mengatakan masih ada tantangan rendahnya angka partisipasi pendidikan menengah di Kabupaten Bungo. Hal itu ia temukan ketika mengunjungi Sekolah Mitra Pendidikan Jarak Jauh di SMAN 1 Bungo, Jambi, Jumat 7 Agustus 2026.

Wamen Fajar berdialog dengan para siswa PJJ; Ali Imron, Renaldi, dan Yuanita. Ketiga siswa PJJ ini berasal dari keluarga kurang mampu dan tidak bisa membiayai sekolahnya.

Yuanita misalnya, ijazahnya masih ditahan karena terdapat tunggakan/hutang biaya sekolah. Sehingga ia bertekad untuk menempuh PJJ.

"Saat ini baru sekitar satu dari tiga anak usia 16 hingga 18 tahun di Kabupaten Bungo yang menikmati pendidikan SMA atau sederajat. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama," kata Wamen Fajar.

Untuk memperluas akses pendidikan, Kemendikdasmen terus mengembangkan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Di Provinsi Jambi terdapat dua sekolah penyelenggara PJJ jenjang SMA, salah satunya berada di Kabupaten Bungo.

"PJJ merupakan layanan pendidikan formal yang dilaksanakan 100 persen secara non tatap muka. Ijazahnya sama dengan SMA reguler sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," ujarnya.

Selain pendidikan menengah, Fajar mengatakan pemerintah turut memperluas layanan PAUD sebagai bagian persiapan implementasi kebijakan wajib belajar 13 tahun. "Artinya, setiap anak wajib mengikuti pendidikan prasekolah selama satu tahun sebelum masuk SD," ujarnya.

Menurut Wamen Fajar, perhatian terhadap PAUD di Kabupaten Bungo juga meningkat signifikan. Tahun lalu hanya dua satuan PAUD yang memperoleh bantuan revitalisasi, sedangkan tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 31 satuan pendidikan.

"Saat ini secara nasional kita masih kekurangan sekitar 44 ribu kepala sekolah. Pengangkatan kepala sekolah memang menjadi kewenangan pemerintah daerah," ujarnya.

"Sehingga kami berharap pemerintah daerah turut mengalokasikan anggaran untuk Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (PBCKS). Pemerintah pusat juga telah menyiapkan dukungan meskipun terbatas. Karena itu, kolaborasi menjadi sangat penting," ujarnya.

Di pihak lain, Wakil Bupati Bungo menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di daerahnya. Menurutnya, berbagai program Kemendikdasmen telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan di Kabupaten Bungo.

"Kabupaten Bungo sangat terbantu oleh program-program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Banyak sekolah yang kini memiliki fasilitas yang jauh lebih layak," katanya.

"Tahun lalu sekitar 100 sekolah mendapatkan revitalisasi, dan tahun ini puluhan sekolah kembali menerima bantuan. Kami berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....