Kementan: Panen Cabai Rawit Mulai di 21 Daerah

  • 23 Feb 2026 14:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan panen cabai rawit merah mulai berlangsung di 21 kabupaten dan kota pada Februari 2026. Produksi diharapkan menambah pasokan dan menekan kenaikan harga.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan, Mohamad Agung Sanusi mengatakan panen terjadi di Cianjur, Bandung, dan Garut. Panen juga berlangsung di Wonosobo dan Magelang.

"Kami pulang dari lapangan, berputar di bulan Februari ini, ada beberapa kabupaten yang cukup banyak panennya, khususnya untuk cabai rawit," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Senin 23 Februari 2026.

Produksi terbanyak berada di Temanggung, Blitar, dan Kediri. Daerah tersebut menjadi fokus penguatan distribusi pasokan.

Kementan meminta pemerintah daerah menggelar KAD di wilayah yang sudah memasuki masa panen. Langkah tersebut untuk menekan indeks kenaikan harga.

Khusus Blitar, panen berlangsung pada pekan kedua Februari. Distribusi diminta difokuskan ke daerah yang mengalami kenaikan harga.

Sementara di Lombok Timur terdapat kendala aktivitas distribusi menjelang Puasa. Kondisi tersebut menjadi faktor historis yang memengaruhi pasokan.

Kementan telah berkomunikasi dengan tim penggerak daerah setempat. Pasokan diharapkan kembali normal satu minggu setelah Puasa.

"Dan mudah-mudahan, Insya Allah, di satu minggu setelah Puasa ini, sudah normal kembali. Itu yang kami komunikasi dengan champion," katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan IPH cabai rawit hingga minggu ketiga Februari 2026 di 214 kabupaten dan kota. Kenaikan terjadi di 59,44 persen wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 210 daerah. Peningkatan terjadi dari sisi harga dan wilayah.

Harga cabai rawit naik dari Rp57.492 menjadi Rp68.928 per kilogram. Secara umum harga meningkat dibandingkan Januari 2026.

Cabe Rawit mengalami kenaikan yang sangat tinggi sekali, yaitu naik pada minggu kedua di bulan Februari 69,89 persen, atau dari Rp57.492 menjadi Rp68.928," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Senin 23 Februari 2026.

BPS juga mencatat adanya perbedaan harga antarwilayah. Harga terendah sebesar Rp23 ribu per kilogram.

Harga tertinggi mencapai Rp200 ribu per kilogram di Kabupaten Nduga. Kabupaten Mappi mencatat Rp190 ribu per kilogram.

Kabupaten Intan Jaya mencatat harga Rp170 ribu per kilogram. "Itu yang meningkat di posisinya lebih dari 15 persennya," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....