Menteri PPPA Apresiasi Saraswati Fellowship Cetak Pemimpin Perempuan
- 23 Feb 2026 06:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengapresiasi Program Saraswati Fellowship, Jakarta, Minggu, 22 Februari 2026. Program ini dinilai membuka akses lebih luas bagi perempuan menuju kepemimpinan strategis nasional.
Menurut Arifah, inisiatif tersebut menghadirkan ruang nyata bagi perempuan untuk berkembang. Ia menyebut fellowship ini memberi peluang perempuan naik ke level kepemimpinan lebih tinggi.
“Saya tentu mengapresiasi luar biasa ide Saraswati Fellowship yang memberikan akses dan kesempatan bagi perempuan. Perempuan bisa mencapai level lebih tinggi sebagai pemimpin, bukan sekadar pekerja biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis peserta. Fellowship juga mendorong keberanian perempuan melangkah ke jenjang berikutnya secara strategis.
“Di sini ditumbuhkan bagaimana meningkatkan kualitas dan kemampuan berdiplomasi secara profesional. Peserta juga didorong berani mengambil langkah untuk tahap berikutnya,” ucapnya.
Senada dengan Arifah, mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyambut baik penyelenggaraan program tersebut. Ia menilai fellowship ini menjadi langkah konkret menyiapkan pemimpin perempuan masa depan.
“Sangat baik ya Saraswati Fellowship karena ini mempersiapkan para pemimpin perempuan masa depan. Program ini memberi fondasi kepemimpinan yang kuat sejak dini,” ujar Retno.
Retno menyoroti data World Economic Forum terkait Gender Gap Index global. Ia menjelaskan kesenjangan gender pendidikan dan kesehatan hampir tertutup, namun tantangan masih besar.
Menurutnya, kesenjangan masih terlihat pada partisipasi ekonomi dan pemberdayaan politik perempuan. Terutama dalam aspek Political Empowerment yang menunjukkan gap cukup signifikan.
“Pada saat kita melihat Economic Participation dan Political Empowerment, gap-nya masih cukup besar. Terutama pada aspek Political Empowerment yang perlu perhatian serius,” imbuhnya.
Ia menegaskan akses pendidikan setara belum menjamin perempuan melangkah lebih jauh. Dibutuhkan dukungan sistem agar perempuan mampu menembus ruang pengambilan keputusan.
“Pada saat perempuan sudah mendapat akses pendidikan setara belum tentu dapat melangkah lebih lanjut. Kita perlu memastikan dukungan agar mereka bisa mencapai posisi strategis,” lanjutnya.
Retno meyakini keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan akan membawa dampak positif luas. Keputusan yang dihasilkan diyakini lebih inklusif dan bermanfaat bagi bangsa.
“Jika perempuan ikut membuat keputusan, hasilnya akan lebih baik untuk semua pihak. Kepemimpinan perempuan memberi perspektif berbeda bagi kemajuan bangsa,” tuturnya.
Wisuda 30 perempuan penerima Saraswati Fellowship digelar di Museum Nasional Jakarta. Program ini menjadi bagian upaya memperkuat kepemimpinan perempuan Indonesia secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....