Impor BBM dari AS, Menteri ESDM: untuk Keseimbangan Neraca Perdagangan Indonesia
- 21 Feb 2026 01:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Indonesia akan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM), dari Amerika Serikat (AS). Hal ini dijelaskannya dalam konferensi pers penjelasan implementasi teknis perjanjian perdagangan timbal balik Indonesia-AS, di Washington DC, Jumat, 20 Februari 2026.
Bahlil menuturkan bahwa pembelian BBM ke Amerika Serikat ini merupakan bagian dari kesepakatan penguatan kerja sama antara Indonesia-AS. Penguatan kerja sama tersebut, langsung dilakukan penandatanganan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS, Donald Trump.
Ia mengatakan bahwa hal tersebut akan memberikan dampak pada keseimbangan neraca perdagangan Indonesia. Adapun dijelaskan Menteri ESDM, nilai pembelian BBM mencapai USD 15 Miliar (Rp252,3 Triliun) itu, mencakup LPG dan minyak mentah.
"Untuk memberikan keseimbangan neraca perdagangan kita, maka kita dari sektor ESDM akan membelanjakan kurang lebih sekitar 15 miliar USD. Ini terdiri dari pembelian BBM jadi, kemudian LPG, dan crude oil," kata Bahlil dalam konferensi persnya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Diungkapkannya, bahwa hal ini menjadi sejarah baru bagi bangsa Indonesia, dalam pembelian BBM berjumlah besar. Namun demikian ia mengatakan bahwa hal tersebut, tidak serta merta menambahkan volume pembelian minyak ke AS.
Menteri ESDM menjelaskan, bahwa volume impor BBM yang dilakukan Indonesia, tidak bertambah. Melainkan dikatakannya bahwa untuk pembelian BBM ke Amerika Serikat itu, akan mengalokasikan pembelian BBM dari negara-negara lainnya.
"Secara keseluruhan, pembelian BBM kita dari luar negeri tetap sama, hanya saja sumbernya kita geser. Kita menggeser sebagian volume impor kita dari beberapa negara, di antaranya negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, maupun beberapa negara di Afrika," imbuh Menteri ESDM.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....