Bahlil Rilis Buku '10 Karya Nyata untuk Negeri', Bahas Kebijakan Hilirisasi

  • 07 Agt 2026 19:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bahlil Lahadalia meluncurkan buku 10 Karya Nyata untuk Negeri yang memuat perjalanan hidup serta autokritik terhadap kebijakan hilirisasi.
  • Bahlil menilai hilirisasi belum sepenuhnya sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945 dan menyebut pendanaan Danantara menjadi solusi ke depan.
  • Luhut Binsar Pandjaitan menyebut buku tersebut autentik dan inspiratif karena mengangkat kisah nyata perjuangan hidup Bahlil.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia merilis buku '10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia'. Buku tersebut menceritakan perjalanan hidup Bahlil.

Ia menyampaikan salah satu bagian buku membahas tentang pengelolaan sumber daya alam (SDA), yaitu tentang soal hilirisasi. Menurutnya, pembuatan buku tersebut merupakan hasil doktrinisasi yang diperintahkan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya ingin menceritakan ujung daripada buku itu adalah hasil doktrinisasi yang diperintahkan Pak Prabowo kepada kami waktu menjadi Timses. Disana menjabarkan bagaimana pengelolaan sumber daya alam," katanya saat menghadiri acara peluncuran buku '10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia', Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Agustus 2026.

Di dalam buku tersebut, ia menyampaikan juga beberapa kendala. Bahwa hilirisasi yang berjalan selama ini belum sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945 dan Pancasila.

"Dalam temuan saya, bahwa hilirisasi dalam temuan saya bahwa hilirisasi belum seutuhnya sesuai dengan Pasal 33 UUD dan Pancasila Sila kelima. Buku ini adalah autokritik," ujarnya.

Di dalam buku tersebut, Bahlil juga menceritakan soal kritik yang disampaikan sejumlah pihak terkait implementasi hilirisasi. Salah satunya disampaikan mendiang Faisal Basri dan Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12 yang mengkritik bahwa hilirisasi yang dilakukan hanya menguntungkan pihak luar.

"Setelah kita kaji karena memang investasinya dari luar. Karena kita tidak mau membiayai itu," ucapnya.

Dia bersyukur era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memahami persoalan tersebut. Sehingga, Kepala Negara memutuskan hilirisasi dibiayai oleh Danantara.

"Dan alhamdulillah karena Bapak Presiden mengerti betul bagaimana tujuan dari hilirisasi sekarang. Terutama yang mengelola dan membiayai hilirisasi adalah Danantara, jadi Ini yang menjadi apresiasi bagi kami," katanya.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menilai buku karya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menghadirkan kisah perjuangan yang autentik. Menurutnya, pengalaman hidup Bahlil menjadi inspirasi bahwa anak bangsa tidak boleh hanya menjadi penonton di negeri sendiri.

Luhut mengatakan isi buku tersebut lahir dari perjalanan hidup Bahlil yang berasal dari Seram Timur hingga berhasil meniti karier melalui kerja keras. Ia menyebut pengalaman tersebut memberikan nilai lebih karena tidak sekadar berisi teori, melainkan kisah nyata yang dapat memotivasi banyak orang.

"Saya kenal Pak Bahlil sebagai sosok pekerja keras. Buku ini menjadi autentik karena ditulis berdasarkan perjalanan hidupnya sendiri, bukan sekadar cerita motivasi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....