Menag: Masjid Negara IKN Jadi Mercusuar Toleransi dan Simbol Persatuan

  • 20 Feb 2026 21:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, IKN - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) diharapkan menjadi mercusuar toleransi antarumat beragama. Sekaligus simbol pemersatu dan rumah besar bagi kemanusiaan.

“Masjid Negara ini harus menjadi tempat untuk memberdayakan umat, bukan sekadar tempat ibadah. Masjid ini juga akan menjadi mercusuar toleransi, simbol pemersatu umat, sekaligus menjadi rumah besar untuk kemanusiaan,” ujar Nasaruddin, di IKN, Jumat, 20 Februari 2026.

Sebelumnya, Nasaruddin bertindak sebagai khatib Salat Jumat di masjid tersebut. Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis yang jauh melampaui fungsi ibadah ritual semata.

Menag menyebut masjid juga menjadi ruang pembinaan mental, spiritual, hingga pembangunan sosial masyarakat. Menurutnya, keberadaan Masjid Negara IKN memiliki makna tersendiri, terutama dalam momentum Ramadan.

Masjid itu diharapkan menjadi ruang ibadah sekaligus perekat kebersamaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), pekerja konstruksi. Termaduk masyarakat yang terlibat dalam pembangunan ibu kota baru.

Kunjungan Menteri Agama tersebut juga dinilai sebagai bukti komitmen pembangunan IKN yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Tetapi juga memperkuat nilai toleransi, pelayanan publik, serta ekosistem sosial yang inklusif dan harmonis.

Usai pelaksanaan Shalat Jumat, Nasaruddin turut meninjau sejumlah fasilitas di kawasan IKN. Di antaranya pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius, RS Hermina, Rumah Susun ASN 1, serta Kantor Bersama.

Peninjauan ini mencerminkan sinergi pembangunan lintas sektor untuk mendukung terwujudnya pusat pemerintahan yang modern. Sekaligus berlandaskan nilai kebersamaan dan keberagaman.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan kunjungan Menteri Agama menjadi bagian dari syiar Ramadan. Kunjungan ini dinilai menghadirkan suasana religius, inklusif, dan penuh kebersamaan di tengah proses pembangunan Nusantara.

“Ramadan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat harmoni sosial, sekaligus menunjukkan bahwa Nusantara dibangun bukan hanya sebagai pusat pemerintahan. Tetapi juga sebagai simbol Indonesia yang rukun dan inklusif,” kata Basuki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....