FPCI Optimistis Target 100 GW PLTS Bisa Dicapai

  • 20 Feb 2026 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Target Presiden Prabowo untuk mewujudkan 100 persen energi terbarukan pada 2035 mendapat dukungan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Organisasi ini mendorong pembangunan 100 GW PLTS untuk mempercepat transisi energi nasional.

“Semua ini berulang-ulang ketika kita mulai merasa excited ketika ada penyataan dari Presiden Prabowo sewaktu menghadiri paket TG20 di Brazil. Intinya dia menyatakan akan mencapai 100 persen renewable energy dalam 10 tahun,” ujar Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal di Jakarta, Jumat 20 Februari 2026.

Ia menilai, upaya peningkatan bauran energi terbarukan dalam satu dekade terakhir mengalami stagnasi. Selama 10 tahun terakhir, target 23 persen energi terbarukan dalam komposisi energi nasional dinilai tidak disertai investasi signifikan.

Hal ini membuat realisasinya tidak pernah tercapai. Capaian bauran energi terbarukan disebut hanya berkisar di angka 11 hingga 13 persen sepanjang periode tersebut.

“Dan karena itu kita membuat inisiatif untuk mengumpulkan para ahli di bidang energi, dan climate, dan sustainability,” katanya. Menurut Dino, target penambahan kapasitas energi sebesar 100 megawatt dalam 10 tahun merupakan sasaran yang realistis dan dapat dicapai.

Ia menambahkan, percepatan ini penting karena perubahan global berlangsung cepat, sementara transisi energi tidak lagi sekadar isu lingkungan. Lebih dari itu, transisi energi telah menjadi bagian dari persaingan ekonomi dunia yang menuntut kesiapan setiap negara.

Diketahui, dari seluruh jenis kapasitas pembangkit energi bersih yang akan dibangun di dalam RUPTL, energi surya memiliki porsi 17 gigawatt (GW). Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listyani.

RUPTL terbaru tidak hanya memuat pengembangan PLTS, tetapi juga mencakup rencana pembangunan sejumlah pembangkit energi bersih lainnya. Di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut sekitar 40 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sekitar 500 MW, serta Pembangkit Listrik Tenaga Sampah sekitar 32 MW.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....