Presiden Prabowo-PM Tailan Targetkan Perdagangan 20 Miliar Dolar AS pada 2030
- 03 Agt 2026 22:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo dan PM Tailan menetapkan target peningkatan nilai perdagangan bilateral menjadi 20 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2030.
- Kerja sama ekonomi dinyatakan sebagai pilar utama hubungan bilateral antara Indonesia dan Tailan.
- Komitmen tersebut disepakati melalui implementasi roadmap kemitraan strategis yang telah disiapkan kedua negara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tailan Anutin Charnvirakul berkomitmen meningkatkan nilai perdagangan bilateral. Komitmen tersebut disebut mencapai 20 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2030. Komitmen tersebut disepakati dalam pertemuan .
Presiden mengatakan kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan Indonesia dan Tailan. "Kami optimistis target perdagangan sebesar USD20 miliar pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," kata Presiden dalam Second Leaders' Consultation Indonesia-Tailan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, kedua negara juga mengadopsi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia-Tailan 2026-2030. Dokumen tersebut menjadi pedoman memperkuat kerja sama bilateral di berbagai bidang.
Roadmap tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai pada ASEAN Summit 2026 di Cebu, Filipina. Kesepakatan itu juga memperkuat mekanisme Leaders' Consultation yang telah berjalan sejak 2025.
Di bidang ekonomi, Indonesia dan Tailan sepakat memperluas investasi serta meningkatkan akses pasar. Kedua negara akan membentuk Joint Trade Commission sebagai mekanisme bilateral pertama untuk mengidentifikasi peluang usaha dan mengatasi hambatan perdagangan.
"Kita juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan. Utamanya terkait teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, hingga ketahanan rantai pasok," ujar Presiden.
Selain itu, kedua negara akan mendorong penyelenggaraan Indonesia-Thailand Energy Forum guna memperkuat ketahanan energi. Kerja sama ekonomi digital dan pemanfaatan Local Currency Transaction (LCT) juga akan diperluas untuk meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi.
"Dengan keunggulan masing-masing di sektor industri halal. Indonesia dan Thailand dapat saling mendukung dalam membangun rantai nilai industri halal regional dan global," kata Presiden.
Sementara itu, PM Anutin optimistis hubungan ekonomi kedua negara akan terus berkembang. Ia menyebut Indonesia dan Tailan memiliki potensi besar dengan total pasar sekitar 350 juta penduduk.
"Kami sepakat bahwa Thailand dan Indonesia memiliki potensi yang besar. Khususnya dalam meningkatkan volume perdagangan dan investasi bilateral," ujar Anutin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....