Operasi Teritorial TNI di Papua Fokus Stabilitas dan Kemanusiaan
- 20 Feb 2026 16:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kolonel Infantri Nuryakin menyatakan operasi teritorial TNI di Papua dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Ia menegaskan tujuan utamanya untuk mewujudkan stabilitas keamanan di wilayah dari ancaman dan gangguan.
“Jadi operasi teritorial itu dilaksanakan dengan tujuan dan sasaran yang dicanangkan, nah ada pun sasarannya. Sasaran opster itu meliputi, tadi terwujudnya stabilitas keamanan di wilayah, jadi dengan operasi teritorial itu dapat terjadinya stabilitas keamanan,” kata Kolonel Infantri Nuryakin Perwira Pembantu I / Rencana Program dan Anggaran dan Pelaksanaan Anggaran Srena Kogabwilhan-III saat berdialog dengan RRI PRO3 dalam siaran ‘TNI MENYAPA’, di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.
Suryakin menjelaskan sasaran operasi teritorial meliputi terwujudnya kesadaran masyarakat mematuhi ketentuan hukum berlaku. Selain itu, operasi tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran bela negara dan cinta tanah air.
Menurutnya, pertempuran diharapkan dimenangkan tanpa melalui pertempuran melainkan melalui sentuhan pendekatan kemanusiaan. Prajurit tidak hanya menjalankan tugas tempur tetapi juga melaksanakan pembinaan teritorial di masyarakat.
Ia menyebut prajurit membantu renovasi rumah tidak layak huni, sekolah rusak, hingga puskesmas. Selain itu, renovasi gereja, museum, jembatan, serta pembangunan jalan dilakukan membantu kesulitan masyarakat.
“Pembuatan jalan baru yang kira-kira, dan itu fasilitas umum dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, tapi itu belum tersentuh. Sehingga tergerak hati oleh tentara yang bertugas di sana untuk bagaimana dia bisa berperan untuk meringankanlah atau menjadikan solusi,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan prajurit membantu tenaga pengajar karena keterbatasan guru di wilayah tersebut. Pembuatan solar cell, kincir angin air, serta penyaluran air bersih turut dilaksanakan.
Suryakin menegaskan keberadaan prajurit bukan untuk mencari musuh di wilayah penugasan. Kehadiran mereka diharapkan mampu mengatasi kesulitan dan memberi manfaat bagi masyarakat setempat.
“Mengatasi kesulitan yang ada di wilayah penugasan kita. Nah sehingga keberadaan kita datang ke masyarakat, ada di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....