Mendag Sebut Sebagian Besar Pasar Rakyat Sumatra Telah Beroperasi

  • 19 Feb 2026 12:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan kemajuan signifikan rehabilitasi sarana perdagangan di wilayah Sumatra pascabencana alam. Budi menyatakan mayoritas pasar rakyat terdampak telah beroperasi kembali untuk mendukung pemulihan ekonomi lokal.

Pemerintah berfokus pada reaktivasi pusat perbelanjaan masyarakat sebagai langkah strategis dalam memulihkan distribusi bahan pokok. Langkah percepatan rekonstruksi ini menjadi komitmen utama guna memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga bagi warga.

“Pasar rakyat adalah kunci pemulihan ekonomi lokal. Kami memastikan reaktivasi pasar berjalan cepat, terukur, dan menyeluruh,” ujar Budi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra pada Rabu, 18 Februari 2026 di Gedung DPR RI, Jakarta.

Sebanyak 178 pasar rakyat kini sudah melayani kegiatan jual beli dari total 194 unit terdampak. Budi menyebutkan 58 unit pasar mengalami tingkat kerusakan yang sangat berat akibat dampak bencana tersebut.

Sektor ritel modern juga menunjukkan perbaikan pesat dengan tingkat operasional mencapai angka 96 persen hingga kini. Budi menyatakan sekitar 368 gerai toko swalayan telah berfungsi normal kembali di wilayah Aceh dan Sumatra.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mengidentifikasi seluruh kebutuhan infrastruktur yang mengalami kerusakan. Budi menyebutkan tim gabungan turut menyalurkan 100 unit tenda darurat guna menampung para pedagang terdampak.

Pemerintah mengusulkan anggaran revitalisasi khusus kepada Kementerian Keuangan untuk memperbaiki fasilitas perdagangan yang hancur pascabencana. Ia menjelaskan langkah ini diambil agar fungsi ekonomi pasar tradisional dapat segera pulih sepenuhnya akhir Februari.

Ketersediaan barang kebutuhan pokok di wilayah Sumatra Utara tercatat stabil dengan harga di bawah rata-rata nasional. Budi menegaskan produk Minyakita masih dibanderol sesuai harga eceran tertinggi sehingga mampu menjaga daya beli warga.

Kementerian perdagangan memberikan atensi khusus pada pergerakan harga komoditas cabai serta daging sapi di Sumatra Barat. Budi mengatakan kenaikan permintaan menjelang bulan Ramadan berpotensi memicu lonjakan harga yang cukup signifikan saat ini.

“Untuk menjaga stabilitas distribusi dan ketersediaan bapok, Kemendag turut memperkuat koordinasi dengan ID FOOD dan Perum Bulog. Langkah ini untuk memastikan pasokan bapok di wilayah terdampak bencana tetap terjaga,” kata Budi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....