Empat SMA Unggul Garuda Beroperasi Juni 2026

  • 18 Feb 2026 16:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Empat Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda akan mulai beroperasi pada Juni 2026, tepatnya pada tahun ajaran 2026/2027. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Ahmad Najib Burhani.

Adapun empat SMA Unggul Garuda baru tersebut bereda di di Belitung Timur (Bangka Belitung), Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur). Kemudian di Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), serta Bulungan (Kalimantan Utara).

"Di dalam kontrak itu (dengan kontraktor) adalah memang semuanya itu harus selesai pada bulan Juni 2026. Tahun ajaran baru 2026/2027,” kata Najib, dalam acara Sosialisasi PPDB SMA Unggul Garuda Baru di Graha Diktisaintek, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Dalam pembangunan SMA Unggul Garuda ini, pemerintah menggandeng tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di mana di dalamnya terdapat sejumlah fasilitas baik fasilitas utama maupun penunjang.

Fasilitas tersebut diantaranya, ruang kelas, laboratorium, asrama, hingga sejumlah fasilitas penunjang, seperti taman, lapangan. Bahkan, rumah dinas para guru yang berdiri di atas lahan seluas 20 hektare.

"Saya selalu mengajak teman-teman, jangan berpikir tidak selesai. Ini Insya Allah selesai dan itu adalah bagian dari kontrak kita," ujar Najib, tegas.

Ia mengatakan, pembangunan SMA Unggul Garuda merupakan bagian dari strategi pemerataan pendidikan unggul di Indonesia. Sekaligus menyiapkan talenta terbaik bangsa.

Bahkan, SMA Unggul Garuda dirancang untuk memfasilitasi siswa berpotensi tinggi. Di mana selama ini belum memperoleh dukungan optimal dari negara.

“Sekolah Garuda itu ditujukan sebetulnya filosofinya itu adalah ditujukan kepada mereka yang jumlahnya itu tidak banyak. Yakni 1 persen yang gifted dan talented students yang ada di Indonesia,” kata Najib.

Pemerintah pun menganggarkan pembangunan satu SMA Unggul Garuda sebesar Rp200 miliar. Messi demikian, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemendiktisaintek, Ardi Findyartini mengatakan, anggaran setiap SMA Unggul Garuda Baru bervariasi.

"Biaya pembangunan per sekolah sebetulnya bervariasi karena ternyata masing-masing lokasi ini juga ada beberapa faktor tertentu. Superit faktor demografi dan seterusnya sehingga ada kisaran sekitar Rp 200 miliar untuk pembangunannya saja," kata perempuan yang akrab disapa Titin ini.

SMA Unggul Garuda merupakan sekolah dengan tambahan penguatan kurikulum pra-universitas bersistem asrama setara jenjang SMA. Sekolah ini mengutamakan pendekatan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).

Para lulusan SMA Unggul Garuda dipersiapkan agar mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi top dunia di dalam dan luar negeri. Hingga 2029, Pemerintah Indonesia menargetkan setidaknya ada 20 SMA Unggul Garuda baru yang dibangun di berbagai wilayah di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....