Wamen PPPA Dorong Perempuan Kelola Perhutanan Sosial
- 17 Feb 2026 18:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, mendorong pelibatan aktif perempuan dalam pengelolaan perhutanan sosial sebagai fondasi penguatan ekonomi desa yang adil dan berkelanjutan. Ia menegaskan, akses lahan saja tidak cukup tanpa pengakuan dan pencatatan peran perempuan dalam sistem administrasi yang berpihak.
Menurutnya, fase penguatan ekonomi berbasis perhutanan sosial harus memastikan perempuan yang bekerja turut tercatat, diakui, dan memiliki akses langsung terhadap hasil usahanya. Reformasi sistem administrasi dinilai menjadi kunci agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan secara setara.
“Fase penguatan ekonomi berbasis perhutanan sosial tidak cukup hanya membuka akses lahan. Kita perlu memastikan perempuan yang bekerja juga tercatat, diakui dan memiliki akses langsung terhadap hasilnya. Reformasi sistem administrasi menjadi kunci agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan secara adil,” kata Veronica Tan di Jakarta, Selasa, 17 Februari 2026.
Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja dan diskusi di Kampus Bambu Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat sinergi pemberdayaan perempuan berbasis sumber daya alam.
Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan pangan keluarga dan produksi berbasis hutan. Namun demikian, belum seluruhnya memperoleh pengakuan formal dalam sistem kelembagaan maupun distribusi manfaat ekonomi.
Diskusi tersebut mengangkat sinergi tiga modalitas di NTT, yakni Mama Bambu, Kebun Pangan Perempuan, dan Perhutanan Sosial. Ketiganya diproyeksikan sebagai model pemberdayaan perempuan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada ketahanan pangan desa.
Pendekatan itu diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil. Pemerintah mendorong agar praktik baik tersebut dapat direplikasi di berbagai daerah dengan karakteristik serupa.
Veronica Tan menambahkan, Model Kebun Wanapangan Perempuan dapat menjadi pintu masuk penguatan ekonomi keluarga yang dimulai dari meja makan yang berkeadilan. Model tersebut sekaligus memperkuat posisi perempuan sebagai pengelola pangan, penjaga lingkungan, dan penggerak ekonomi desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....