Kemenperin Perkuat SDM Industri Melalui Kerja Sama Global

  • 17 Feb 2026 13:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memperkuat daya saing industri nasional melalui program pengembangan sumber daya manusia (SDM) strategis. Agus menyatakan kebijakan industri yang kuat harus mendapatkan dukungan dari jejaring kerja sama internasional yang efektif.

Pemerintah menjalin kemitraan lintas negara guna mempercepat proses industrialisasi serta mendorong transfer teknologi bagi tenaga kerja. Langkah ini bertujuan untuk menarik investasi berkualitas serta memperluas akses pasar di tengah persaingan global yang dinamis.

“Kebijakan industri yang kuat perlu didukung oleh jejaring kerja sama internasional yang efektif. Dukungan tersebut penting agar potensi industri dalam negeri dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Agus di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melakukan penandatanganan kesepakatan dengan perusahaan asal Budapest bernama PT Markija Berdaya Bersama. Kerja sama tersebut fokus pada peningkatan kompetensi profesional muda Indonesia melalui program magang industri di wilayah Eropa.

Pemetaan keterampilan serta kepribadian calon tenaga kerja akan menggunakan perangkat penilaian digital yang dikembangkan secara khusus di Hungaria. Teknologi ini diharapkan mampu mencocokkan profil peserta didik dengan kebutuhan jabatan pada sektor industri manufaktur saat ini.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mendorong keterserapan lulusan unit pendidikan melalui pembangunan kerja sama industri yang sangat konsisten. Doddy menjelaskan kesuksesan penyiapan tenaga kerja sangat bergantung pada pemahaman mendalam terhadap karakteristik setiap individu.

“Kami menyadari keberhasilan penyiapan SDM tidak hanya bergantung pada kedekatan dengan industri. Tetapi juga pada pemahaman yang mendalam terhadap karakteristik peserta didik, yaitu minat, bakat, kemampuan, dan potensinya,” ujar Doddy.

Sebanyak 200 peserta didik dari empat unit pendidikan milik kementerian telah mendapatkan kesempatan melakukan uji coba. Institusi tersebut meliputi Politeknik AKA Bogor, Politeknik APP Jakarta, Politeknik STMI Jakarta, hingga SMK-SMAK Bogor yang berlokasi di Jawa Barat.

Siswa memperoleh rekomendasi jabatan yang sesuai dengan profil kepribadian mereka berdasarkan hasil asesmen berbasis data yang akurat. Informasi ini menjadi landasan penting bagi institusi pendidikan dalam menyusun perencanaan karier yang selaras dengan potensi siswa.

Direktur Utama PT Markija Berdaya Bersama Csongor Hunyar berkomitmen membangun ekosistem pengembangan talenta yang jauh lebih terstruktur. Csongor berharap kolaborasi internasional ini dapat menjadi standar baru bagi penguatan kualitas pendidikan vokasi di seluruh wilayah Indonesia.

“Ke depan kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh baik di dalam penguatan pendidikan vokasi di Indonesia. Hal tersebut khususnya di bawah naungan Kementerian Perindustrian,” ujar Csongor.

CEO Hungarian Practiwork Akos Zsuffa menegaskan pasar tenaga kerja kompetitif harus dibangun melalui pemetaan realitas keterampilan. Akos mengatakan Indonesia memerlukan perubahan ke arah sistem asesmen yang bersifat objektif guna menciptakan tenaga kerja unggul.

“Jika Indonesia ingin menciptakan tenaga kerja yang kompetitif, perubahan ke arah asesmen yang objektif dan berbasis data sangat diperlukan. Perubahan tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Akos.

Sekretaris BPSDMI Sidik Herman mengharapkan kerja sama ini mampu mewujudkan pola pembelajaran yang adaptif serta berorientasi kesiapan kerja. Lulusan unit pendidikan diharapkan memiliki arah karier yang jelas sehingga mampu bersaing pada tingkat industri global yang ketat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....