Jemaah Haji Lansia, Komisi VIII Imbau PPIH Berikan Pelayanan Khusus

  • 17 Feb 2026 10:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi VIII DPR RI mengimbau, seluruh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) konsisten memberikan pelayanan yang ramah. Terutama, bagi calon jemaah haji 2026 kategori lansia.

Pernyataan tegas itu, diungkapkan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, Ansari. Politikus PDIP ini mengatakan, jemaah calon haji lansia yang memiliki risiko kesehatan tinggi itu membutuhkan pelayanan khusus dari PPIH.

"Karena itu, pembinaan secara khusus kepada calon haji yang sudah berusia lanjut perlu dilakukan sejak saat ini. Sehingga, mereka benar-benar siap dalam menjalankan ibadah," kata Ansari dalam keterangan persnya, di Pamekasan, Jawa Timur, dikutip Selasa, 17 Februari 2026.

Ia mengingatkan, pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 ini pemerintah mengusung tema 'Haji Ramah Lansia'. Karena, lebih dari separuh jemaah calon haji Indonesia merupakan lansia, termasuk ratusan yang masuk kategori risiko kesehatan tinggi.

"Karena itu, pemerintah juga menambah jumlah petugas. Dengan keterlibatan petugas perempuan mencapai 33 persen untuk mendukung pelayanan jamaah, khususnya lansia," ucap Ansari.

Di satu sisi, Ansari mengingatkan, jemaah calon haji Indonesia untuk tidak membawa barang-barang yang dilarang. Salah satunya, barang-barang yang tidak penting atau tidak harus dibawa seperti 'rice cooker'.

“Tidak perlu bawa peralatan masak, di bandara pasti dikembalikan. Pemerintah sudah siapkan konsumsi,” ujar Ansari.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan, meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah calon haji Indonesia 2026. Pimpinan Kemenhaj telah melakukan supervisi dan pengecekan langsung dapur aktif di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah.

Kegiatan ini, menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan layanan konsumsi jemaah berjalan sesuai dengan cita rasa Indonesia. Dalam peninjauan tersebut, pemerintah menegaskan agar dapur penyedia konsumsi jemaah haji menggunakan bumbu masak asli dari Indonesia, termasuk beras.

Menhaj, Moch. Irfan Yusuf memastikan, jemaah haji Indonesia mendapatkan layanan konsumsi terbaik. Mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan harus memenuhi standar kualitas, kebersihan, dan cita rasa Nusantara.

"Penggunaan bumbu dan beras dari Indonesia adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan rasa yang familiar bagi jemaah. Dipastikan jemaah haji tetap nyaman dan fokus dalam menjalankan ibadah,” kata Menhaj dalam keterangan tertulis, Senin, 16 Februari 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....