PPI Dunia Apresiasi Kebijakan Reimbursement Tiket TP PPIH Mahasiswa Timur Tengah

  • 02 Agt 2026 21:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jeddah - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia mengapresiasi DPR RI dan Kementerian Haji dan Umrah atas terealisasinya kebijakan reimbursement atau penggantian biaya tiket transportasi bagi Tenaga Pendukung Penyelenggara Ibadah Haji (TP PPIH) dari kalangan mahasiswa Indonesia di kawasan Timur Tengah.

Koordinator PPI Dunia, Andika Ibrahim Nasution, menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Cucun Ahmad Syamsurijal beserta jajaran DPR RI, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Kyai Imam Jazuli, serta Kepala Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah M. Ilham Effendy atas komitmen mereka dalam merealisasikan kebijakan tersebut.

PPI Dunia juga menyambut baik pencairan dana reimbursement biaya transportasi pulang-pergi dari negara tempat studi menuju Arab Saudi yang dilakukan pada 28 Juli 2026. Menurut organisasi tersebut, kebijakan ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap mahasiswa yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi tonggak baru dalam penyelenggaraan haji di Indonesia. Untuk pertama kalinya, pemerintah memberikan skema reimbursement biaya transportasi bagi tenaga pendukung haji dari kalangan mahasiswa Indonesia di Timur Tengah. Pada tahun-tahun sebelumnya, seluruh biaya perjalanan ditanggung secara mandiri oleh para mahasiswa.

Realisasi kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi PPI Dunia dengan Wakil Ketua DPR RI pada 21 April 2026. Dalam pertemuan tersebut, PPI Dunia menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kesejahteraan mahasiswa Indonesia di luar negeri, termasuk pembiayaan tiket transportasi bagi mahasiswa yang bertugas sebagai TP PPIH.

Melalui kebijakan tersebut, sebanyak 133 mahasiswa Indonesia yang berasal dari sembilan negara di kawasan Timur Tengah menerima penggantian biaya transportasi pulang-pergi dari negara tempat mereka menempuh pendidikan menuju Arab Saudi.

PPI Dunia menilai kebijakan ini merupakan bentuk dukungan operasional yang selama ini dinantikan para mahasiswa. Selama bertahun-tahun, mereka berkontribusi langsung dalam mendukung pelayanan ibadah haji Indonesia, namun harus menanggung sendiri biaya perjalanan.

Menurut PPI Dunia, mahasiswa Indonesia di Timur Tengah memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji karena menguasai bahasa Arab, memahami budaya lokal, serta mengenal kondisi geografis di Arab Saudi. Kemampuan tersebut dinilai sangat membantu kelancaran pelayanan bagi jemaah haji Indonesia.

Koordinator PPI Dunia, Andika Ibrahim Nasution, mengatakan kebijakan tersebut menunjukkan pemerintah mendengar dan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa Indonesia di luar negeri. "Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak," katanya.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat meringankan beban finansial mahasiswa yang bertugas sebagai tenaga pendukung haji sehingga mereka dapat menjalankan tugas secara lebih optimal tanpa terbebani biaya keberangkatan dan kepulangan.

PPI Dunia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mengawal aspirasi tersebut, termasuk PPIDK Timtengka serta Direktorat Hubungan Antar Lembaga PPI Negara dan Kemitraan.

Ke depan, PPI Dunia menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan guna memperjuangkan kesejahteraan mahasiswa Indonesia di luar negeri sekaligus mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji melalui penguatan peran mahasiswa sebagai mitra strategis bangsa.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....