Lahirkan SDM Unggul, DPR Sarankan Pemerintah Lakukan Tiga Hal Ini

  • 17 Feb 2026 10:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Azis Subekti menyarankan, pemerintah melakukan tiga hal jika ingin melahirkan SDM Indonesia unggul. Pertama, pentingnya reformulasi anggaran pendidikan berbasis hasil belajar.

"Sebab, alokasi tidak cukup berhenti pada input administratif. Tetapi harus dikaitkan dengan peningkatan literasi, numerasi, dan kompetensi di era saat ini," kata anggota Komisi II DPR RI dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 17 Februari 2026.

Kedua, kata Aziz, melakukan penguatan profesi guru melalui seleksi meritokratis. Kemudian, melalukan pelatihan berkelanjutan, evaluasi yang adil, dan distribusi yang merata hingga ke wilayah terpencil.

"Ketiga, implementasi MBG yang akuntabel, transparan, dan berbasis standar gizi terukur. Sekaligus, memberdayakan ekonomi lokal agar menciptakan efek pengganda," ucap Aziz.

Aziz menuturkan, membangun manusia yang unggul bukanlah suatu hal yang mudah. Semuanya perlu dikerjakan beriringan dan konsistensi yang tinggi.

"Ini memerlukan konsistensi, tata kelola yang bersih. Dan, kesadaran kolektif bahwa kualitas SDM tidak lahir dari kebijakan yang saling menegasikan," ujar Aziz.

Oleh sebab itu, Aziz menyayangkan, masih adanya pihak yang membanding-bandingkan gaji guru dengan anggaran MBG. Menurutnya, keduanya saling berkaitan dan tidak seharusnya dibanding-bandingkan.

"Itu seperti membandingkan hak anak dan hak orang tua. Mengadu keduanya, berarti merusak fondasi rumah yang sedang kita bangun bersama," kata Aziz.

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudarwati Deyang membantah, dana MBG menggunakan anggaran pendidikan Rp335 triliun. Nanik merasa risih, mendengar tudingan banyak pihak di medsos terkait anggaran MBG yang dinilai menyerobot anggaran pendidikan.

Ia mengaku, telah menemui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan, Heru Pambudi. Ia menuturkan, langsung mengklarifikasi isu yang berkembang di medsos tersebut.

"Saya menanyakan langsung apakah dana program MBG itu dipotong dari dana pendidikan?. Pak Purbaya menjawab, 'Tidak benar, tidak hanya dari anggaran pendidikan dana itu diambil dari mana-mana," kata Nanik dalam keterangan persnya, Selasa, 20 Januari 2026.

Dana yang digunakan untuk MBG, kata Nanik, berasal dari pemangkasan anggaran berbagai kementerian/lembaga. "Semua kementerian kita potong, saya di sini (Kemenkeu) juga kena potong," ucap Nanik menirukan ucapan Purbaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....