Libatkan Masyarakat, Pertamina dan GAPULIMGI Bangun Ekosistem Nasional
- 26 Feb 2026 17:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pertamina bersama GAPULIMGI (Gabungan Pengusaha Limbah Minyak Goreng Indonesia) berkolaborasi untuk membangun ekosistem nasional pengelolaan minyak jelantah berkelanjutan. Kerja sama ini melibatkan masyarakat sebagai pemasok bahan baku, khususnya dalam mendukung pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Ketua Asosiasi GAPULIMGI, Tommy Lim mengatakan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis percepatan ekosistem pengelolaan minyak jelantah terstruktur. “Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat rantai pasok, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi pelaku pengumpulan, UMKM, dan masyarakat,” ujar Tommy Lim, Selasa, 25 Februari 2026.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun rantai pasok minyak jelantah nasional. Lebih dari 60 persen konsumsi minyak goreng nasional berasal dari sektor rumah tangga dan UMKM.
“Keterlibatan masyarakat memastikan pasokan stabil sekaligus menekan praktik ilegal seperti daur ulang minyak jelantah menjadi minyak konsumsi. Sekaligus, mendukung pencapaian target energi berkelanjutan,” katanya, menjelaskan.
Terlebih, dalam mendorong partisipasi masyarakat, GAPULIMGI berperan sebagai pusat edukasi dan advokasi. Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan materi edukasi sederhana, pelatihan, kampanye publik, hingga kolaborasi dengan seluruh sektor masyarakat.
“GAPULIMGI juga mendorong skema pengumpulan minyak jelantah yang berlapis dan fleksibel. Rumah tangga diarahkan untuk menyimpan minyak jelantah dalam botol dan menyalurkannya melalui bank sampah, drop point, atau pengepul resmi,” kata Tommy.
UMKM dan pelaku usaha kuliner difasilitasi melalui kerja sama dengan aggregator atau pengumpul terdaftar untuk pengambilan berkala. Skema ini disertai insentif dan standar mutu yang jelas.
Selaras dengan hal tersebut, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengtakan, kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Pertamina. Komitmen dalam mendorong transisi energi yang inklusif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Melalui kolaborasi dengan GAPULIMGI, kami mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan UMKM dalam rantai pasok energi hijau. Sehingga, transisi energi dapat berjalan seiring dengan penciptaan nilai sosial bagi masyarakat,” ucap Baron.
Baron mengatakan, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari komunitas hingga pelaku usaha, menjadi fondasi penting. Keterlibatan para pemangku kepentingan dapa membangun ekosisten pengelolaan minyak jelantah yang berkelanjutan dan transparan.
“Pertamina menghadirkan solusi energi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi Masyarakat. Partisipasi publik menjadi kunci agar pengelolaan minyak jelantah dapat berkembang sebagai kebiasaan baru yang positif di Indonesia,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....