Pertamina Pastikan Keandalan Pasokan LPG Nasional dari Terminal Tanjung Sekong

  • 31 Jul 2026 20:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pertamina memastikan keandalan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.
  • Terminal ini menjadi salah satu tulang punggung distribusi energi nasional dengan menyuplai sekitar 35–40 persen kebutuhan LPG Indonesia.
  • Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan Objek Vital Nasional sekaligus hub penyimpanan LPG terbesar di Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan memastikan keandalan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Terminal ini menjadi salah satu tulang punggung distribusi energi nasional dengan menyuplai sekitar 35–40 persen kebutuhan LPG Indonesia.

"LPG memastikan dapur-dapur rumah tangga para ibu terus mengepul, UMKM terus berproduksi menggerakkan ekonomi lokal, dan industri nasional memiliki kepastian pasokan energi. Tanpa kerja keras di sini, denyut aktivitas ribuan masyarakat bisa terhenti," ujar Iriawan dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat 31 Juli 2026.

Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan Objek Vital Nasional sekaligus hub penyimpanan LPG terbesar di Indonesia. Fasilitas ini memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan rantai pasok energi nasional.

Sebagai pusat distribusi LPG nasional, Terminal Tanjung Sekong menyalurkan sekitar 35 hingga 40 persen kebutuhan LPG Indonesia. Distribusinya menjangkau 63 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Selatan.

Dalam kunjungannya, Iriawan menekankan tiga fokus utama yang harus menjadi perhatian seluruh insan Pertamina. Pertama, penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara konsisten tanpa kompromi.

Ia meminta seluruh pekerja mematuhi prosedur keselamatan kerja dengan disiplin. Serta berani menerapkan Stop Work Authority (SWA) apabila menemukan potensi bahaya, sebagaimana arahan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Fokus kedua adalah percepatan dekarbonisasi melalui integrasi energi terbarukan. Terminal Tanjung Sekong didorong menjalin kerja sama dengan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) untuk menjajaki pemanfaatan hidrogen hijau berbasis panas bumi sebagai sumber energi operasional.

Sementara itu, fokus ketiga adalah penguatan digitalisasi dan efisiensi rantai pasok. Pertamina terus mengoptimalkan pemantauan stok secara real-time serta mempercepat proses tambat kapal kargo guna menjaga kelancaran distribusi dan mencegah potensi kelangkaan LPG di wilayah layanan.

Menurut Iriawan, peningkatan digitalisasi dan standar operasional menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam memastikan ketersediaan energi yang andal, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Ia juga mengimbau seluruh petugas Pertamina untuk terus menjalankan tugas dengan integritas tinggi dan profesionalisme demi menjaga kepercayaan publik serta ketahanan energi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....