Gedung Sekolah di Wilayah 3T Rusak, Legislator: Tidak Boleh Dibiarkan

  • 15 Feb 2026 10:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi X DPR terus menyoroti banyaknya gedung sekolah di daerah dalam kondisi rusak dan tidak layak pakai. Terutama sekolah-sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Kondisi infrastruktur pendidikan yang memprihatinkan tidak boleh terus dibiarkan," kata Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian, Minggu 15 Februari 2026. Menurut dia, ini menyangkut hak dasar anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan aman.

Salah satu sekolah yang menjadi sorotan dan viral adalah SMPN 48 Sa Ate Gaikiu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekolah negeri di Kabupaten Sikka, Flores, itu memiliki bangunan berdinding kayu, atap jebol, serta berlantai tanah.

Menurut Lalu, kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan sarana pendidikan. Karena itu, politisi PKB tersebut menekankan pentingnya keadilan pendidikan yang merata di seluruh Indonesia.

"Bagaimana mungkin kita berbicara tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujarnya. "Jika ruang kelas tempat anak-anak belajar masih berlantaikan tanah dan beratap bocor."

Ke depan Lalu mendorong penambahan target revitalisasi sekolah di Tanah Air. Prioritas utamanya harus diberikan kepada sekolah-sekolah di wilayah 3T yang kondisinya paling memprihatinkan.

"Penambahan target menjadi 71.700 sekolah adalah langkah positif," ucapnya menegaskan. Namun, lanjut dia, pelaksanaannya harus berbasis pada pemetaan kebutuhan yang objektif dan transparan.

Menurut data Kemendikdasmen tahun ajaran 2024/2025 terdapat sekitar 1,18 juta ruang kelas SD di Indonesia. Namun, sebanyak 60,3 persen di antaranya berada dalam kondisi rusak.

Pada jenjang SMP, sebanyak 50,33 persen ruang kelas dalam kondisi baik dan 24,73 persen rusak ringan. Kemudian, sebanyak 17,96 persen sekolah SMP mengalami rusak sedang dan 6,97 persen rusak berat.

Kemendikdasmen menargetkan merevitalisasi 11.700 sekolah di Indonesia. Namun, Presiden Prabowo Subianto meminta agar jumlah tersebut ditambah menjadi 60 ribu sekolah, sehingga total target revitalisasi mencapai 71.700 sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....