Presiden Prabowo Ingin Perbaharui Buku Pelajaran Siswa

  • 08 Agt 2026 03:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah merencanakan pembaharuan fisik dan kualitas materi buku pelajaran nasional dari jenjang SD hingga SMA.
  • Presiden Prabowo Subianto mendorong desain ulang buku pelajaran guna meningkatkan minat menulis dan mengurangi ketergantungan gadget.
  • Tim gabungan kementerian menargetkan penyusunan buku pelajaran baru rampung secara menyeluruh pada akhir tahun 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah merencanakan pembaharuan buku ajar nasional dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Langkah tersebut mencakup perbaikan kualitas tampilan fisik serta peningkatan mutu seluruh materi pelajaran siswa.

Kebijakan strategis ini berawal dari hasil evaluasi langsung Presiden Prabowo Subianto pada sejumlah sekolah. Kepala Negara mendapati materi buku pelajaran cepat rusak serta ukuran huruf cetak terlalu kecil.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan resmi mengenai rencana besar pemerintah tersebut. Keterangan pers tersebut disampaikan di Presidential Lounge, Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 7 Agustus 2026.

“Awalnya bapak presiden berkunjung ke sekolah, cek pelajaran satu per satu, ada bahan rusak, tulisan kecil sehingga anak SD bacanya dekat. Atas dasar itu, beliau mau cek dari SD hingga SMA, kemudian dibandingkan dengan negara tetangga,” kata Seskab Teddy dalam keterangan kepada wartawan di Presidential Lounge, Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan perintah presiden terkait perancangan ulang buku sekolah. Pemerintah ingin mendorong budaya menulis pelajar Indonesia guna mengurangi tingkat ketergantungan terhadap penggunaan gadget.

“Jangan dianggap era jadul karena di Eropa mengurangi gadget dan kembali ke buku fisik. Selain melatih menulis, mengurangi ketergantungan gadget, juga diharapkan tumbuh rasa percaya diri, rajin mencatat sehingga terjadi penajaman terhadap daya ingat,” katanya.

Ia menyatakan bahwa pihak pemerintah telah mendatangkan berbagai sampel buku ajar dari negara tetangga. Buku pelajaran tersebut berasal dari negara Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand, hingga Vietnam untuk dipelajari.

“Seskab yang mendatangkan seluruh buku ini. Intinya kita mau memperbaiki kualitas buku ajar bagi peserta didik SD hingga SMA,” kata Prasetyo.

Prasetyo mengungkapkan pembentukan tim gabungan antar kementerian untuk mengkaji perbaikan mutu buku secara menyeluruh. Tim ini melibatkan Kementerian Pendidikan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta lembaga BRIN.

“Kita sudah membentuk tim dan sudah bekerja. Beberapa kali rapat,” ujarnya.

Dia menerangkan bahwa pembaharuan materi buku fokus pada tiga kelompok mata pelajaran yang strategis. Tim meramu ulang contoh materi bahasa Inggris guna mengejar ketertinggalan pendidikan Indonesia dari negara tetangga.

“Ada beberapa penekanan dari bapak presiden, pertama buku ajar mengenai nasionalisme dan kebangsaan. Kedua mengenai matematika dan ketiga pelajaran bahasa Inggris,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa penyusunan buku pelajaran baru tersebut ditargetkan dapat rampung pada akhir tahun 2026. Pemerintah berharap seluruh buku ajar tersebut dapat diterapkan secara serentak pada sekolah seluruh wilayah.

“Secepatnya, tadinya tahun ajaran ini selesai, tapi tim butuh waktu dan kita harapkan akhir tahun atau paling lambat tahun depan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....