Jaga Kelestarian Alam, Komisi VII DPR Gencarkan Program "Sarinah"
- 15 Feb 2026 15:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR, Novita Hardini mengatakan, program strategis "Selesaikan Masalah Sampah Organik dan Limbah" (Sarinah) penting. Ini merupakan gerakan strategis untuk menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Politisi PDIP itu mengungkapkan masyarakat Indonesia, khususnya di Trenggalek, Surabaya, Jawa Timur, harus menjadi daerah yang berbeda. Artinya jangan menjadi sebatas wilayah yang mengeksploitasi alam, tetapi juga menjaga kelestariannya demi generasi mendatang.
Ia mengingatkan, eksploitasi hari ini tidak boleh mengorbankan masa depan anak cucu kita."Kita ingin membangun ketahanan pangan, lingkungan, dan perempuan," ujarnya di Jakarta yang dikutip Minggu 15 Februari 2026.
Novita juga mendorong Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi pionir pengolahan sampah organik rumah tangga. Sekaligus dapat mengolah limbah dapur SPPG hingga limbah produksi menjadi pupuk organik.
"Langkah ini mampu menjawab dua persoalan sekaligus. Yakni mengatasi mahalnya pupuk dan meningkatnya volume sampah," katanya.
Dengan mengolah sampah menjadi pupuk, KWT di Trenggalek nantinya tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Mereka juga berpeluang menjual hasil produksinya kepada petani dengan harga terjangkau.
"Dampaknya, ekonomi perempuan tumbuh dan lingkungan tetap terjaga. Kami ingin Trenggalek menuju zero sampah yang tidak boleh dibakar tetapi harus diolah agar punya nilai ekonomi," ujarnya.
Novita sebelumya mengunjungi KWT Mawar Desa Jambu, Kecamatan Tugu, Trenggalek Jumat 14 Februari 2026. Di sana dia menggencarkan program "Sarinah" sebagai gerakan strategis perempuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....