Kemenhub Sudah Antisipasi Lonjakan Pemudik Angkutan Lebaran 2026

  • 15 Feb 2026 07:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menyiapkan strategi komprehensif menghadapi lonjakan 143 juta pemudik selama periode Angkutan Lebaran 2026. Demikian Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, Sabtu 14 Februari 2026.

Menurut dia, Jawa Barat menjadi provinsi asal perjalanan tertinggi dan Jawa Tengah sebagai tujuan favorit pemudik tahun ini. "Diperkirakan 30,97 juta pemudik (21,52 persen) meninggalkan Jawa Barat, dan 38,71 juta pemudik (26,90 persen) menuju Jawa Tengah," ujarnya.

Untuk mendukung mobilitas tersebut, Kemenhub menyiapkan 115 Terminal Tipe A dan 62 Terminal Tipe B. Selain itu akan difungsikan 48 unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor (UPPKB) sebagai rest area.

Kemenhub juga menyiapkan 31.345 armada bus meliputi 11.639 unit AKAP, dan 63 unit angkutan lintas batas negara. Kemudian 17.850 unit angkutan pariwisata serta 1.793 unit AJAP.

Di sektor penyeberangan, Kemenhub menyiapkan 72 dermaga, 254 kapal penyeberangan, 29 pelabuhan, serta 15 lintas penyeberangan. Kemenhub juga menggandeng kepolisian dan Pemprov Jateng untuk menjadikan sejumlah masjid sebagai rest area.

Menurut Aan, inspeksi keselamatan terhadap armada bus akan dilaksanakan mulai 23 Februari hingga 29 Maret 2026. "Rampcheck bertujuan memastikan kendaraan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sebelum diberangkatkan ke terminal," ujarnya.

Sehingga potensi kecelakaan, terutama di jalur wisata dengan kondisi geografis ekstrem, dapat diminimalisasi. Kemenhub juga menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pembatasan operasional angkutan barang dan rekayasa lalu lintas.

Penerapan SKB Kemenhub, Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum ini akan diberlakukan di sejumlah jalur angkutan Lebaran. "Misalnya Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk, yang saat ini sedang kami sosialisasikan," kata Aan. kepada masyarakat,” ucap Aan menjelaskan.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor. Khususnya dalam memastikan perayaan Idulfitri 1447 H/2026 M berjalan lancar, aman, nyaman, dan selamat.

"Kami fokus pada potensi masalah dan langkah antisipasi sejak dini," ujarnya. Termasuk menghadapi risiko bencana hidrometeorologi yang berpotensi muncul selama Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....