STB Runata Gandeng Persatin Perkuat Konservasi Bali
- 14 Feb 2026 15:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Sekolah Tinggi Bisnis (STB) Runata berkomitmen untuk memperkuat konservasi lingkungan demi masa depan pariwisata Bali berkelanjutan. Salah satunya bekerja sama dengan Pemerhati Satwa Indonesia (PERSATIN) Ranger.
Ketua STB Runata Lusia Vreyda Adveni menyebut kerja sama mencakup kurikulum sustainability, magang, hingga kampanye edukasi nasional. Ia juga menegaskan kampus tidak boleh lagi berjarak dari persoalan nyata lingkungan dan pariwisata Bali.
“Perguruan tinggi tidak boleh berdiri di menara gading. Mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan yang memahami bisnis sekaligus menjaga alam Bali,” kata Lusia Vreyda Adveni saat diwawancarai di Provinsi Bali, Sabtu, 14 Februari 2026.
Menurut Lusia, masa depan Bali ditentukan keseimbangan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, serta perlindungan satwa endemik. Ia menilai kerja sama ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem pariwisata bertanggung jawab.
Chief Ranger Officer Persatin Henny Paula Sitohang menilai konservasi adalah fondasi utama memperkuat posisi Bali dalam persaingan pariwisata dunia. Sebagai implementasi awal, kedua pihak meluncurkan gerakan “Kawan Alam” yang akan dimulai bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional
“Konservasi adalah investasi masa depan pariwisata Bali. Jika lingkungan dan satwa endemik terjaga, identitas dan daya tarik Bali akan tetap kuat,” kata Henny.
Henny mengatakan kegiatan yang bertema “KAWAN ALAM, KAWAL PARIWISATA BALI 2026” itu menargetkan sekitar 500 peserta. Agenda kegiatan meliputi aksi bersih pantai inklusif, edukasi pengelolaan sampah, mini talkshow lingkungan, serta kampanye konservasi satwa endemik Bali.
Chief Patron Persatin, Wanda Syahputra, menegaskan kolaborasi ini bukan sekadar seremoni penandatanganan dokumen. Menurut Wanda, Bali membutuhkan kepemimpinan kolektif untuk menjawab tantangan global terhadap lingkungan dan industri pariwisata.
“Kerja sama ini bukan hanya MoU di atas kertas. Ini adalah awal gerakan kolektif. Ketika kampus, komunitas, dan masyarakat bersatu, konservasi menjadi aksi nyata, bukan sekadar wacana,” kata Wanda menjelaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....