Wapres Serap Aspirasi Pelaku Usaha Pariwisata
- 14 Feb 2026 09:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID - Jakarta : Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, menggelar pertemuan dengan 74 pelaku usaha pariwisata Tanah Air dan pemerintah daerah. Didampingi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman, pertemuan bertujuan memfasilitasi penyampaian aspirasi pelaku usaha.
Pemerintah menurut Wapres, ingin mendengar langsung tantangan, peluang, dan masukan strategis, dari pengembangan pariwisata nasional khususnya Bali. "Jadi kemarin (bulan Januari) kita sudah rakor, tapi itu untuk pariwisata secara nasional," kata Wakil Presiden Gibran, di Bali, Jumat, 13 Februari 2026.
"Hari ini khusus membahas Bali. Untuk itu hari ini kita undang teman-teman dari asosiasi yang bekerja dan fokus di sektor pariwisata."
| Baca juga: Wapres Tinjau Perkembangan Tol Prosiwangi |
Kepada wapres, para pelaku usaha pariwisata menyampaikan beberapa isu, seperti pengembangan infrastruktur, dan destinasi di 10 destinasi prioritas. Selain itu pelatihan untuk peningkatan keselamatan wisata, identifikasi kompetensi, perizinan, hingga penanganan sampah.
Wapres Gibran merespons aspirasi pelaku usaha, dan meminta mereka bersinergi dengan pemerintah pusat serta daerah. Khususnya dalam menangani kendala pengembangan sektor pariwisata.
"Segera kita tindak lanjuti masalah sampah, air, sertifikasi, animal welfare, infrastruktur. Kita ingin ke depan target-target pariwisata juga kita tinggikan terus," kata Wapres.
"Ini kemarin tercapai, tapi harus bisa mengalahkan negara-negara tetangga. Ini PR-nya masih banyak Bapak/Ibu. Jadi terima kasih sekali untuk masukannya."
Menteri Widiyanti pun mengapresiasi perwakilan pelaku usaha pariwisata, yang menyampaikan perspektifnya secara langsung. "Kami berharap pandangan yang disampaikan dapat menjadi fondasi penguatan kebijakan, untuk pengembangan pariwisata Indonesia yang semakin maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Menteri Widiyanti.
Terkait penanganan sampah, Menteri Pariwisata sedang menyiapkan instalasi pengolahan sampah Waste to Energy (WtE) di tiga daerah. Khusus Bali, proses tersebut akan dimulai pada Maret 2026.
“Kami harap Pak Gubernur jangan menutup dulu TPA Suwung, sampai program Waste to Energy benar-benar jalan,” kata Menteri Pariwisata menjawab keluhan para pelaku pariwisata di Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....