Wapres Dorong Generasi Muda Aktif Bangun Bangsa
- 10 Jul 2026 13:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wapres Gibran menerima audiensi Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia di Istana Wapres
- Pertemuan membahas aspirasi anak muda terkait pendidikan, ekonomi, dan kebangsaan
- Pemerintah mendorong generasi muda aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional
- Hikmahbudhi menyampaikan hasil kajian organisasi terkait berbagai isu masyarakat
- Kolaborasi pemerintah dan mahasiswa diperkuat melalui ruang dialog terbuka
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mendorong generasi muda terus berperan aktif dalam pembangunan nasional. Hal itu disampaikan saat menerima Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga kebijakan kebangsaan.
Ketua Umum Hikmahbudhi periode 2024–2026 Chandra Aditya Nugraha mengatakan, pihaknya menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Wapres. Aspirasi tersebut merupakan hasil kajian organisasi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
"Kami tadi juga memberikan aspirasi dari kajian Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia. Tentunya meliputi pendidikan, aspek ekonomi, dan juga perihal aspirasi kebangsaan, kebijakan politik hari ini," kata Chandra.
Menurut Chandra, Wapres menyambut baik berbagai masukan yang diberikan mahasiswa. Pemerintah juga mendorong anak muda terus menghadirkan kegiatan positif yang berdampak bagi masyarakat.
Ia mengatakan, Wapres memberikan pesan agar generasi muda tidak berhenti berproses dan terus berkontribusi. Dukungan pemerintah diberikan terhadap berbagai gagasan anak muda yang membawa manfaat.
"Tentunya Mas Wapres berpesan terus berproses, terus melangkah maju bersama. Saya sangat senang karena Mas Wapres akan selalu berada bersama dan akan mendukung program-program yang positif," ucapnya.
Chandra menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan secara langsung. Menurutnya, komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa diperlukan dalam membangun kebijakan yang inklusif.
Ia juga mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada Presidium Pusat Hikmahbudhi periode 2024–2026. Sebab, ini menjadi kesempatan pertama mereka bertemu langsung dengan Wakil Presiden.
"Tadi kami diterima dengan hangat. Saya sangat merasa senang sekali karena baru pertama kali ini kami dari Presidium Pusat Hikmahbudhi periode 2024-2026 diterima oleh Wakil Presiden," katanya.
Pemerintah berharap keterlibatan generasi muda dapat terus diperkuat dalam berbagai sektor pembangunan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menghadirkan kebijakan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....