Kemenkes Percepat Kedokteran Presisi Berbasis Genomik
- 14 Feb 2026 07:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan mempercepat kedokteran presisi guna menekan lonjakan pembiayaan penyakit kronis yang terus membebani anggaran negara. Melalui program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSI), pemerintah mendorong pengobatan berbasis profil genetik agar terapi pasien lebih akurat dan efisien.
“Pemeriksaan kesehatan kita akan menjadi jauh lebih akurat, lebih presisi, dan lebih personal. Otomatis pengobatannya juga lebih tepat sasaran dan efektif dalam menyembuhkan,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026.
Menurut Menkes, pemanfaatan genomik BB Binomika membuat keputusan terapi pasien berbasis data genetik akurat. Pemerintah menilai langkah ini penting untuk menekan pemborosan anggaran akibat diagnosis dan terapi yang tidak tepat.
“Hingga awal 2026, BGSI telah merekrut lebih dari 20.000 partisipan dan menghasilkan 16.000 whole genome sequence manusia. Data tersebut menjadi fondasi basis genomik nasional yang diharapkan mampu memperkuat sistem kesehatan berbasis bukti,” ucap Menkes Budi menegaskan.
Sementara, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menilai pendekatan genomik memiliki dampak langsung terhadap ketahanan fiskal negara. Ia mengingatkan, pengembangan ekosistem genomik bukan proyek jangka pendek.
“Jika terapinya tepat, pemborosan biaya pengobatan bisa ditekan sehingga keuangan negara sektor kesehatan menjadi jauh lebih efektif. Ini lari maraton, bukan sprint, konsisten dan komitmen jangka panjang sangat menentukan keberhasilannya,” kata Febrian.
Dukungan juga datang dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan. Ia mendorong agar pemanfaatan genomik tidak berhenti pada layanan medis, tetapi diperluas untuk pengelolaan keanekaragaman hayati nasional.
“Potensi sumber daya genetik kita harus dikelola secara optimal. Ini bukan hanya soal ketahanan kesehatan, tetapi juga ketahanan pangan dan ekonomi nasional ke depan,” kata Luhut menegaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....