Tiga Kampus Swasta Luncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis Baru

  • 12 Feb 2026 19:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Tiga fakultas kedokteran (FK) swasta resmi menghadirkan program studi spesialis baru melalui skema Academic Health System (AHS). Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis yang masih terbatas di berbagai daerah.

Peresmian dilakukan di Auditorium Al-Quddus, Universitas YARSI, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026. Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pendidikan, layanan kesehatan, dan riset secara lebih terintegrasi.

Pemerintah sebelumnya menyoroti masih tingginya kebutuhan dokter spesialis secara nasional. Presiden Prabowo Subianto bahkan menyebut kekurangan dokter spesialis mencapai sekitar 70 ribu orang.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) kemudian memberi ruang lebih luas bagi perguruan tinggi swasta. Kebijakan ini diharapkan mendorong percepatan distribusi dan ketersediaan dokter spesialis di Tanah Air.

Ekspansi Program Studi Spesialis Baru

Peluncuran ini menandai tonggak penting bagi ketiga institusi pendidikan tersebut. Masing-masing kampus membuka program baru sesuai kapasitas akademik dan kesiapan fasilitas pendidikan.

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI membuka Program Studi Spesialis Penyakit Dalam. Program ini melengkapi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (KKLP) yang dibuka sejak 2022.

Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atma Jaya meluncurkan Program Studi Spesialis Penyakit Dalam. Sebelumnya, kampus ini telah memiliki program Kedokteran Keluarga Layanan Primer dan Kedokteran Olahraga.

Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) membuka Program Studi Spesialis Ilmu Bedah. Program ini melengkapi prodi Radiologi, Bedah Saraf, Jantung, Anestesi, Neurologi, serta Penyakit Dalam.

Pembukaan dan percepatan program spesialis ini menjadi kontribusi nyata sektor swasta. Langkah tersebut diharapkan membantu meningkatkan derajat kesehatan sekaligus mempersingkat waktu tunggu layanan spesialistik masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....