Minimal SMA, DPR: Jangan Ada Anak Putus Sekolah

  • 11 Feb 2026 10:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kemendikdasmen RI memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di seluruh Indonesia. Jangan sampai, ada lagi anak-anak di Indonesia yang putus sekolah. 

Pernyataan tegas itu, diungkapkan oleh anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad. Politikus PKB ini merespons, data BPS 2026 yang menyebutkan pekerja di Indonesia didominasi lulusan SD. 

“Pemerintah harus berusaha keras agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Minimal mereka harus lulus SMA atau SMK, bahkan didorong untuk melanjutkan hingga perguruan tinggi," ujar Habib Syarief dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026. 

Habib Syarief menegaskan, pendidikan adalah kunci mobilitas sosial dan peningkatan kesejahteraan. Karena, kemajuan pendidikan akan berdampak langsung pada perbaikan kondisi ekonomi masyarakat. 

Oleh karenanya, ia menekankan, kualitas pendidikan akan sangat menentukan kemajuan suatu bangsa. Jika anak-anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang baik, maka SDM di Indonesia meningkat. 

"Jika akses pendidikan baik sampai perguruan tinggi, maka kualitas sumber daya manusia kita akan meningkat. Pada akhirnya, ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” ucap Habib Syarief. 

Berdasarkan data BPS per Februari 2026, jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 155,27 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34,63 persen merupakan lulusan SD. 

Sementara, lulusan SMP 17,31 persen, lulusan SMA tercatat sebesar 20,99 persen, dan lulusan SMK 14,06 persen. Adapun penduduk bekerja yang pernah mengenyam pendidikan tinggi hanya sekitar 13 persen. 

13 persen itu, terdiri dari 10,81 persen lulusan diploma IV, S1, S2, dan S3. Serta, 2,20 persen lulusan diploma I/II/III.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....